Aside

Kurang Kerjaan Projet, Sebuah Oase yang Menyejukan

Penasaran! Ya, Saya mendengarkan lagu-lagu Kurang Kerjaan Project (KKP) awalnya karena penasaran. Di timeline facebook banyak teman yang membagikan link soundcloud dan memberi komentar bagus. Lantas kemudian saya mulai mendengarkan lagu-lagunya. Ternyata enak di telinga dan bikin nagih.
Salah satu vokalisnya, Johanes Latuny, saya kenal secara personal karena masih ada hubungan kerabat. Anes, begitu sapaan akrabnya, menempuh kuliah di universitas yang sama dengan saya. Setelah sekian lama tak berjumpa, saya bertemu dengan Janes kembali tahun 2008 di Salatiga, ketika dia datang berkuliah. Saya sudah datang dua tahun lebih dulu. Memang kami menghabiskan masa kecil di wilayah yang sama, Amahai, Maluku Tengah. Tapi Anes harus melanjutkan pendidikan di Ambon dan ingatan saya tentang dia menjadi samar.
Sejak itu, karena tinggal di satu lingkungan asrama, saya banyak berinteraksi dengan Anes. Apalagi karena sama-sama berasal dari Masohi (ibu kota Maluku Tengah), kami sering ngumpul dengan teman-teman sedaerah. Anes telah menujukan kepiawaannya bermain gitar dan menciptakan lagu. Suaranya dalam ingatan saya adalah suara yang halus, tenang namun bisa melengking tinggi.
Dulu, Anes pernah menciptakan lagu berbahasa Ambon dan cukup akrab di telinga penikmat musik lokal. Lagunya yang berjudul “Cinta Tetap Satu” beredar luas dalam versi mp3 di handphone para kawula muda. Bahkan diputar dengan nyaringnya dalam angkutan kota. Meskipun begitu, ada orang tak bertanggung jawab yang melakukan plagiasi bahkan sempat menjual kaset berisi lagu ciptaan Anes tanpa permisi dahulu. Meskipun tak berbuntut laporan ke polisi, kaset-kaset si plagiator tersebut berhasil di tarik dari peredaran. Kasihan juga masih ada musisi macam begini.

Tahun Ketiga dan Album Baru
Masih betah di Salatiga, selepas meraih gelar sarjananya, Anes kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua. Atmosfer Salatiga yang menyejukan turut merangsang kreativitas sekelompok anak muda untuk menciptakan musik asyik. Mereka menamakan diri Kurang Kerjaan Project (KKP). Anes juga termasuk didalamnya sebagai vokalis tentunya.
Tahun ini, KKP telah memasuki tahun ke tiga dan sementara mempersiapkan peluncuran album baru. Grup ini terdiri dari 6 orang yakni Anes (vokal), Olive (vokal), Endik (gitar), Wanly (gitar melodi), Hanny (bass) dan Ian (Cajon & Instumen). Mereka semua adalah anak perantauan dari luar pulau Jawa.
Menurut Anes, KKP sendiri malah terbentuk setelah ia menciptakan lagu “Bersama Malam dan “Hijauku Pergi”. Beranjak dari situlah, Anes mengajak beberapa teman bergabung. Ia selanjutnya lebih bertanggungjawab meramu syair lagu. Aransemennya digodok bersama-sama. Personel KKP yang sebelumnya memiliki latar belakang dan referensi musik berbeda bersedia melebur dalam petualangan baru.
Hingga sekarang kurang lebih ada 10 lagu yang sudah KKP ciptakan. Beberapa ditampilkan di laman soundcloud mereka (silakan klik disini). Beberapa lagi hanya ditampilkan saat KKP manggung di kafe.
Saya sendiri saat pertama kali mendengar lagu KKP, kaget dengan perubahan suara Anes. Kini suaranya lebih matang dan dewasa. Aransemen lagu KKP pun dikemas dalam bingkai akustik sehingga vokalnya berbalut irama sendu menjadi begitu menghanyutkan. Menurut Anes, sejak awal lagu-lagu mulai di produksi, KKP tak membatasinya dalam genre tertentu. KKP memang tengah merangkai warna musiknya sendiri.
Kini KKP sementara berjuang merampungkan albumnya. Prosesnya sudah mencapai 70 persen untuk musik dan mixing. Sayangnya tak ada target yang dipatok KKP kapan album perdana ini bisa selesai. Sedikit bocoran saja, album ini diproduksi sendiri dan tak akan dikemas dalam bentuk CD. Ada banyak kejutan yang dijanjikan dalam album ini.
Sebuah Oase
Hadirnya KKP memang sebuah oase yang menyejukan bagi kalangan lokal. Tak banyak grup Indie yang bisa muncul terlebih bila mereka masih mahasiswa dengan segudang aktivitas. Tiga tahun adalah usia yang sangat muda dan bila ingin terus eksis maka KKP harus menseriusi langkah awalnya ini. Misalkan nanti KKP mengeluarkan album, lalu selanjutnya apa? KKP punya pilihan bebas.
Mereka bisa saja semakin mekar dan melejit seperti Supermen Is Dead atau justru layu dan hanya tinggal menjadi kenangan. Bagaimana KKP memperluas gaungnya juga harus dipikirkan, karena media sosial pun tak pernah cukup. KKP mau tak mau harus konsisten dengan aliran musiknya. Penikmat musik indie cenderung lebih senang bila grup musik favoritnya punya warna yang lekat di telinga.
Tentu setiap orang ingin apa yang mereka ciptakan bertahan lama, termasuk Anes dan juga KKP. Anes tak berharap yang muluk-muluk. Ia hanya ingin terus menulis syair lagu yang lebih bagus dan lekat dihati pendengarnya dan KKP bisa terus eksis. Tak dipungkiri selama tiga tahun berproses, jalan yang ditekuni KKP penuh liku. Tantangan terbesar yang dialami adalah kesamaan waktu. Berhubung semua personel sementara menjalani kuliah jadi ada latihan-latihan yang tertunda teremasuk proses pembuatan album. Banda Neira adalah gabungan dua orang yang super sibuk. Satunya jurnalis, satu lagi aktivis.  Bahkan jarak sempat memisahkan ribuan kilometer tapi mereka bisa sangat produktif. Jadi kesamaan waktu bukan lah satu-satunya alasan untu sebuah grup tetap bertahan.
Anes sendiri belum bisa memprediksi kemana KKP akan berlayar atau apakah komposisi personel KKP akan tetap sama. Ia pribadi telah bertekad akan tetap bermusik. Menyinggung soal apakah akan kembali menciptaan lagu Ambon, Anes masih enggan. Ia berharap musisi lokal lebih cerdas dan inovatif menciptakan musiknya sendiri. Selebihnya, Ia lebih memilih aman menciptakan lagu berbahasa Indonesia sehingga lebih luas jangkauan pendengarnya.

Saya sendiri berharap, pemusik Indie dan musiknya yang berkualitas semakin banyak bermunculan. Tentu saja, bisa terus konsiten dan mempertahankan idealisme bermusiknya dalam jangka waktu yang lama. Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s