Long Shot: Lebih dari Sekedar Komedi Romantis Biasa

Long Shot

 

Long Shot memang bukan film komedi romantis biasa. Terlepas dari kehadiran Seth Rogen dan Charlize Theron, film ini menyajikan kisah komedi yang dibalut parodi  kehiduan politik.

Dalam film garapan sutradara Jonathan Levine ini, Rogen berperan sebagai Fred Flarsky, seorang jurnalis liberal yang punya pikiran idealis. Ia berani menulis artikel yang menyerang pemerintah setempat.

Sementara itu, Theron memerankan Charlotte Field yang memiliki jabatan sebagai Sekretaris Negara. Cantik dan memiliki kehidupan yang super sibuk, Field ternyata memiliki masalah dengan presidennya yang ingin sekali sukses sebagai bintang film.

Keduanya pun bertemu di salah satu acara. Usut punya usut, ternyata saat masih remaja, Charlotte pernah menjadi baby sister untuk Fred. Seiring waktu berjalan, Charlotte pun akhirnya merekrut Fred menjadi bagian dari penulis pidatonya. Kedua sosok ini memiliki karakter yang sangat berbeda jauh. Namun akhirnya keduanya terlibat dalam hubungan asmara.

Semenjak awal, film ini sudah dibumbui dengan sarkasme mengenai realitas kehidupan serta politik yang penuh dengan ilusi dan sangat manipulatif. Banyak quote humor serta adegan lucu yang diselipkan membuat film ini terasa segar.

Saya pribadi sangat suka dengan cerita ini. Penulis skenario berhasil menonjolkan karakter Charlotte sebagai wanita yang independen, kuat dan cerdas namun tetap bisa rapuh bila berhubungan soal cinta.

Di film ini juga memperlihatkan bahwa sebagian wanita itu memang tidak butuh lelaki yang insecure, yang ragu karena jabatan perempuan lebih tinggi dan bla bla bla. Mereka cuma butuh lelaki yang apa adanya dan siap mendukung mereka dalam meraih mimpi mereka. Itu saja. Simpel.

Advertisements

3 Film Anak-Anak untuk Akhir Pekan Ini

Bagi saya, menonton film bertema anak-anak memang selalu memberi kesenangan tersendiri. Alur cerita yang unik serta akting aktor cilik yang hebat selalu bisa membuat saya terpukau. Dari beberapa film yang pernah saya saksikan, berikut rekomendasi tiga film yang bisa Anda saksikan akhir pekan ini.

  1. Wonder

Wonder

Film ini akan mengajak kamu haru sekaligus takjub dalam satu helaaan napas. Berkisah mengenai pasangan Nate Pullman (Owen Wilson) dan Isabel Pullman (Julia Roberts) yang dikaruniai anak ke dua mereka, August. Augie, begitu ia akrab disapa, lahir dengan kodisi medis, “mandibulofacial dysostosis”, dimana ia memiliki kontour wajah tidak sempurna. Augie bahkan sudah menajalni 27 kali operasi hingga berumur 10 tahun agar membuat wajahnya tampak lebih baik.
Karena takut lingkungan berpengaruh pada Augie, kedua orangtuanya memutuskan agar sang anak mengikuti home school. Namun, saat memasuki kelas 5 SD, mereka ingin Augie mengikuti pendidikan formal.
Pilihan sekolah jatuh kepada Beecher Prep. Augie tentu saja harus berusaha keras untuk beradaptasi. Patah hati dan terluka tentu saja tak bisa dihindari. Tentu saja ini berpengaruh kepada orang disekitar Augie, termasuk kakak perempuannya Olivia Pullman (Izabela Vidovic).
Ditengah dunia yang kejam, beruntunglah Augie memiliki orang tua seperti Nate dan Isabel yang memberikan keberanian besar. Pun peran Olivia yang tak pernah mengganggap Augie sebagai anak ‘istimewa’, justru membuat Augie tumbuh menjadi lebih kuat.

2. Burn Your Maps

Burn Your Maps

Saya memutuskan untuk menonton ini gara-gara penasaran dengan kemampuan akting Jacob Trembley. Dari segi cerita, Burn Your Maps menawarkan konsep yang unik. Film ini mengangkat kisah mengenai Wes Firth (Jacob Trembley), anak berusia 8 tahun. Ia tinggal bersama dengan kedua orang tuanya, Connor (Marton Csokas) dan Alise Firth  (Vera Farmiga) serta kakaknya, Beca.
Tak seperti anak kebanyakan yang sibuk dengan bermain sepakbola atau sepatu roda, Wes justru terjebak dalam imajinasinya. Entah berasal dari mana, Wes yakin ia sebenarnya adalah seorang penggembala dari Mongolia, dan lahir di keluarga yang keliru. Memenuhi panggilannya, Wes bahkan berpakaian seperti seorang gembala ketika pergi ke sekolah.
Sang ibu, Alise mendukung imajinasi sang anak. Namun, sang ayah, Connor melakukan hal sebaliknya. Jauh sebelum Wes menjadi sumber masalah, pasangan suami istri ini memang sudah dilanda konflik pasca kematian anak bungsu mereka.
Dibantu oleh Ismail, seorang film maker asal Pakistan, Alise lalu membawa Wes terbang ke Mongolia. Ternyata ini menjadi perjalanan yang tak hanya membawa babak baru bagi kehidupan keluarga mereka termasuk juga Ismail.

 

3. Gifted
Gifted

Di Gifted, kita tak akan melihat sosok kapten Amerika yang gagah berani pada sosok Chris Evans. Evans kali ini berperan sebagai Frank Adler, paman dari seorang bocah jenius, Mary Adler. Ibu Mary, Diane, sudah wafat sejak ia kecil.
Tak hanya periang dan cantik, Mary punya kemampuan khusus di bidang matematika. Ia bahkan bisa mengerjakan soal-soal sulit yang tak bisa dikerjakan anak seusianya. Melihat kemampuan Mary, guru kelasnya, Bonnie, memberi tawaran agar Mary mendapatkan beasiswa untuk belajar di kelas khusus. Frank pun menolaknya karena menganggap Mary akan kehilangan masa kecilnya.
Konflik sebenarnya pun dimulai saat ibu Frank, Evelyn, mendengar soal kejeniusan Mary. Meskipu

 

A Star is Born (Spoiler Alert!)

A Star Is Born
A Star is Born

Buat saya, waktu dua jam yang saya habiskan di bioskop untuk menonton A Star is Born tidaklah sia-sia. Film ini jauh diatas ekspektasi saya, mulai dari jalan cerita hingga akting Lady Gaga dan Bradley Cooper yang memukau.
Kisah ini menceritakan kehidupan seorang penyanyi country bernama Jackson Maine (Cooper). Berada di puncak karier, ia justru terjerumus dalam candu obat-obatan dan alkohol. Semua itu tak lepas dari pengalaman masa lalunya yang kelam. Terlebih gangguan pendengaran yang ia derita, membuat bermusik hanya sebagai pelarian belaka.
Namun pertemuannya dengan Ally (Gaga) di sebuah klub malam mengubah segalanya. Suara Ally yang menyanyikan ‘La Vie en Rose’ seakan merasuki Jackson. Rasa suka antara keduanya pun mulai tumbuh.
Kisah cinta mereka dikemas dengan manis. Mulai dari perban es di tangan Ally, ciuman pertama usai pentas hingga senar gitar yang digunakan Jackson untuk melamar Ally. Selain berbalut kisah cinta, film ini menceritakan bagaimana perjalanan karir Ally hingga menjadi penyanyi profesional.
Ally pertama kali tampil di depan ribuan penonton dalam konser Jackson, menyanyikan lagu ‘Shallow’ yang sudah lama ia ciptakan. Ally pun kemudian mengikuti rangkaian tur Jackson ke beberapa kota. Sampai ia bertemu dengan seorang produser musik, Rez Gavron.
Kehidupan Ally pun mulai berubah, dimana dirinya kian tenar meskipun mulai melakukan apa yang tak ia senangi demi tuntuan industri musik dunia. Sementara Jackson, yang meskipun masih bermusik, semakin larut dalam candu alkohol dan obat-obatan terlarang.

Meninggalkan Bekas
Seusai menonton A Star is Born, saya keluar dari bioskop dengan hati yang patah. Hubungan Ally dan Jackson pada akhirnya harus usai. Namun, bukan bercerai tapi Jackson memilih mengakhiri hidupnya dan meninggalkan Ally dan Charles.
Tak hanya sukses berperan sebagai Jackson, Bradley Cooper yang juga menjadi sutradara serta produser di balik film ini sangat berhasil membangun konflik hingga klimaks dan menyisakan patah hati mendalam.
Ally dan Jackson adalah couple goals. Bagaimana cara mereka berinteraksi, melihat satu sama lain, menciptakan musik, semuanya sangat indah. Tapi akar depresi Jackson yang luput dari perhatian Ally justru menjadi bumerang di akhir kisah.
Bukan cuma bekas patah hati, film ini juga meninggalkan pesan-pesan yang menjadi pengingat kita semua. Misalnya jangan pernah menganggap sepele soal depresi dan seberapa jauh kita berani mewujudkan mimpi masing-masing.

Banyak Kejutan
Banyak kejutan yang saya nikmati selama film. Pertama, Gaga pandai berakting. Kemudian Cooper punya suara yang bikin klepek-klepek. Kalau soal akting, Cooper sih gak usah diragukan lagi. Sudah nonton Limitless atau Hang Over kan?
Lagu-lagu sepanjang film ini enak didengar dan seluruhnya merupakan lagu asli yang belum pernah dipublikasikan. Bahkan  berita semalam menyebutkan, tiga lagu yang ditulis Gaga untuk film ini, yakni “Shallow”, “Always Remember Us This Way” dan “I’ll Never Love Again”  diajukan Warner Bros sebagai kandidat untuk mendapatkan Oscar.
Banyak cerita menarik di balik pembuatan film ‘A Star is Born’ ini dan bisa kalian lihat cuplikan wawancaranya di YouTube. Namun, buat saya yang paling menarik adalah kisah mengenai bagaimana Bradley Cooper meyakinkan Gaga untuk tampil dalam film garapannya.
Ia datang ke rumah Gaga untuk berbincang dan kemudian mengajak Gaga bernyanyi bersama. Dalam wawancara bersama People TV, Bradley mengaku ia gugup terlebih menghadapi penyanyi sekelas Gaga. Meskipun bukan penyanyi, baginya tak ada cara lain untuk meyakinkan Gaga. Ternyata tindakan Bradley tersebut membuat Gaga yakin untuk terlibat dalam film ini.

4,7 dari 5 untuk A Star is Born.

3 Film Romantis dari Netflix Buat Akhir Pekan Ini

Akhir pekan datang lagi! Bagi yang tak ada agenda jalan-jalan atau kegiatan lainnya, menghabiskan waktu dengan nonton film di rumah bisa menjadi pilihan. Film yang saya rekomendasikan kali ini masuk genre komedi romantis. Jadi siap-siap ketawa dan senyum-senyum sendiri. Selamat menikmati akhir pekan ya.

1. To All the Boys I’ve Loved Before

To All the Boys I've Loved Before
Sumber : The Roar

Kalau lihat posternya pasti sudah tertebak dong, flim ini pasti berkaitan dengan surat cinta. Film ini mengisahkan tentang gadis keturunan Korea Amerika, Lara Jean (Lana Condor), yang menulis surat kepada setiap pria yang membuatnya jatuh hati. Namun, surat-surat tersebut tak dikirim dan disimpan dalam kotak pribadi yang diberikan mendiang ibunya.
Entah bagaimana surat itu bisa tersebar dan jadi masalah karena salah satu penerima surat tersebut adalah sahabat baiknya, Josh, yang juga berstatus sebagai pacar kakaknya.
Kebayang dong, bingungnya Lara Jane. Tanpa pikir panjang, ia langsung menjalin hubungan palsu dengan Peter (Noah Centineo), yang juga salah satu penerima suratnya. Sepanjang menyaksikan film ini, saya senyum-senyum sendiri dong karena banyak jokes dan kejadian lucu.
Kalau untuk adegan romantis, khas anak remaja Amerika tapi bagus karena tak terlalu banyak adegan vulgar. Buku ini diangkat dari novel berjudul sama yang dikarang oleh Jenny Han. Ternyata novel ini trilogy loh jadi ku penasaran cari bukunya! (3,5 dari 5 untuk film ini).

2. Kissing Both

Kissing Both
Sumber Gambar: Walmart

Film ini merupakan film komedi romantis unggulan Netflix lainnya yang dirilis tahun ini, yang juga merupakan film adaptasi dari novel karangan, Beth Reekles. Saya tertarik nonton film ini karena Joey King yang memerankan Elle Evans. Gosh, I love her since Ramona and Beezus.
Kissing Both bercerita soal pertemanan antara Elle dan Lee Flyn (Joel Courtney). Karena ibu keduanya berteman, mereka pun otomatis menjadi teman akrab sejak kecil. Sayangnya, Elle melanggar salah satu aturan pertemanan mereka yaitu tak boleh saling berpacaran dengan keluarga dekat keduanya.
Tak ingin kehilangan Lee dan juga kekasihnya, Noah, (kakak Lee), Elle kemudian menyembunyikan hubungan cintanya. Hubungan Elle dan Noah ini ya sweet abis tapi ku lebih suka liat Elle waktu ada bareng Lee. Haha.
Well, film ini banyak adegan yang vulgar kalau di banding dengan To All The Boys I’ve Love Before. Jadi harus ditonton oleh remaja yang sudah berumur 17 plus. (3 dari 5 bintang untuk film ini).

 

3. Set It Up

Set It Up
Sumber gambar: Netflix


Bagi para pekerja kantoran yang sering disuruh kerja lembur sama bosnya, harus banget nonton ini. Adalah dua orang sekretaris, Harper (Zoey Deutch) dan Charlie (Glen Powell) yang memiliki bos super druper workaholic.
Keduanya sampe tak punya waktu untuk menjalani kehidupan pribadi saking sibuknya di kantor. Karena berkantor di gedung yang sama, suatu saat mereka ketemu. Muncullah ide menjodohkan bosnya masing-masing yang sedang singel.
Pokoknya film ini lucu dan seru abis. Serulah buat ditonton. Meski sudah masuk kategori dewasa, gak banyak kok adegan vulgarnya. Ada Lucy Liu loh yang jadi bosnya Harper. Kebayang kak gimana ngeselinnya. (4 dari 5 bintang buat Set It Up).