Dilanku 1990

Judul Buku : Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Penulis : Pidi Baiq

Penerbit : Mizan Pustaka

ISBN : 978-602-7870-41-3

Terbit: April 2014

Heiho, Happy Saturday!

Jadi hari ini saya akan meriview buku yang lagi ramai diperbincangkan warganet. Yap! It’s DILAN-

Buku ini memang sudah keluar 4 tahun lalu tapi baru-baru ini heboh lagi lantaran kisahnya baru diangkat ke layar lebar. Liat reaksi di twitter yang heboh banget, aku penasaran dong baca bukunya.

Ya memang cuma itu sih yang bisa dijangkau karena disini belum ada bioskop. Haha. Bukunya pun aku beli di googlebooks dengan diskon 85 persen. Serius ah, nie buku cm lima rebuan. *Sembah googlebooks*

Ceritanya sih sederhana dan ringan banget, cocok buat dinikmati untuk mengisi waktu senggang. Gak akan perlu waktu lama habisin buku ini. Kalau kamu suka baca dan memang lagi free dua jam selesai kayaknya.

Jadi intinya buku ini berkisah tentang Dilan yang naksir Milea anak baru disekolahnya yang datang dari Jakarta. Bisa dibilang proses PDKT Dilan ke Milea ini unik dan gak biasa sampe bikin klepek2 lah. Padahal Milea nih udah punya pacar di Jakarta *huh perempuan macam apa ngana??”

Dilan dikisahkan sebagai anak geng motor di Bandung yang terkenal suka bikin ribut. Tapi dia juga sayang keluarga, pintar dan perlakuan dia ke Milea itu sweet sekali. Jadi jangan menilai orang dari luarnya aja ya. Buku ini ditulis dari sudut pandang Milea, yang ceritanya menuangkan kisah cinta SMAnya lagi dalam sebuah buku.

Kalau kamu penyuka karya-karya Agatha Christie atau Conan Doyle, buku ini pasti bikin kamu kisut. WHY? Minim konflik dan gak ada elemen surprise di ending. Waktu pertama kali baca juga kamu pasti tahu Milea pasti jadian sama Dilan kok. Adegan berantem ada tapi gak akan bikin tegang. Ceritanya memang dibuat segmented banget untuk remaja.

Tokoh favorit? Tentu saja DILAN. Sosok Dilan yang unik, kreatif dan gak membosankan pasti bikin cewe-cewe baper. Buat yang masih jomblo langsung menginginkan lelaki seperti sang panglima. Sementara yang udah punya pasangan pasti lebih sering ngambek karena lelakinya tidak sekreatif Dilan. Huh.

Dari segi latar, suasana jaman 90an cukup digambar secara baik dalam buku -menurutku loh- karena masih menggunakan telepon rumah hingga mobil-mobil merek lama.

Tapi dibalik semua kegemasan dalam buku ini, buat aku asamara Milea dan Dilan adalah suatu yang langka untuk aku jumpai dunia nyata.

Selesai baca buku ini aku cuma mikir, gile nih mamanya Dilan baik banget yawlah sampe terkagum-kagum gitu saat ketemu Milea, ajak makan trus diantar ke rumannya dan langsung bertamu. Buat aku yang hidup di kawasan Indonesia timur, malah aneh ya. Maksudnya ibu-ibu pacar selalu punya harga diri selangit. Boro-boro disenyumin, dijutein mah iya. Ya adalah satu dua orang yang ramah.

Trus Milea yang gak malu-malu lama bicara di telepon ama Dilan. Bukannya cewek apalagi masih SMA gitu sering malu ya soal asmara. Apalagi telepon rumah pasti di taruh di ruang keluarga atau ruang makan.

Well, terlepas dari kekurangan di atas, buku ini begitu manis. Dilan dan Milea mewakili generasi yang pacarannya gak perlu mewah tapi tak membosankan. Sibuk nikmati hidup yang selow bukan ngerjar like dininstagram. Eh buku ini ada lanjutannya and off course aku mau baca.

3 dari 5 bintang untuk buku ini

Advertisements

The Tides Of Memory : Rahasia yang Terkuak

635595_dd7306f8-00f8-491a-8dc1-e88f83d4248b

Judul Buku : The Tides of Memory
Pengarang : Tilly Bagshawe
Penertbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
Halaman : 592
ISBN : 978-602-03-2725-9

Karier politik Alexia De Vere melesat cepat. Walaupun hanya  politikus yang tak populer, Ia berhasil menjadi Mentri Dalam Negeri karena campur tangan suaminya, Teddy De Vere yang adalah seorang aristokrat kaya.
Buku ini dibuka dengan kisah masa lalu Alexia yang bernama asli Toni Giletti. Ia adalah gadis muda yang menyukai kehidupan liar dan memiliki kekasih yang tampan serta kaya. Namun kejadian di kamp musim panas Kamp Williams merupakan mimpi buruk. Bahkan Billy Hamlin harus rela menanggung hukuman penjara puluhan tahun, menggantikan Tony, karena dituduh lalai sehingga menyebabkan tenggelamnya sang bocah Handmeyer. Ya, semua atas nama cinta. Tetapi setelah ia keluar dari penjara, Toni malah menghilang.

Lalu cerita begulir mengenai intrik dalam rumah tangga Alexia alias Toni. Putri sulungnya, Roxie menjadikan hari-hari Alexia seperti neraka. Sejak gagal bunuh diri karena harus berpisah dengan kekasihnya, tiada hari tanpa dirinya menyalahkan Alexia. Sementara itu, putranya, Michael, mengundurkan diri dari Oxford demi menjadi party planner profesional.
Masalah bertambah runyam ketika teror demi teror dari masa lalu berdatangan dan menggoyahkan posisi Alexia sebagai perdana mentri. Bahkan dirinya hampir mati karena tertembak.

Layaknya buku-buku dengan genre thriller, buku ini juga menyajikan akhir yang penuh kejutan. Semua tokoh dalam buku ini punya rahasia masing-masing. Meskipun berhubungan dekat, kalian tak pernah benar-benar tahu siapa orang didekat Anda.

Awal cerita mengenai masa lalu Alexia agak membosankan meskipun penting untuk melengkapi keseluruhan cerita. Ada bagian-bagian yang saya rasa tak perlu dan hanya dimasukkan penulis untuk mengiring asumsi pembaca untuk mendakwa orang tertentu. Jadi bila ingin menebak sang otak kejahatan dengan tepat, harus dibaca dengan teliti.

Keseruan dari cerita ini mulai terasa setelah memasuki bab dua. Banyak konflik yang terjadi hingga membuat Alexia menjadi tak berdaya. Dibagian akhir buku terungkap banyak rahasia yang tak pernah kita duga sebelumnya dan kita akhirnya tahu siapa sebenarnya yang menjadi pelaku yang ingin hidup Alexia hancur. Ceritanya ditulis dengan rapi sehingga celah untuk menebak pelaku sulit ditemukan.

3.5 dari 5 bintang untuk buku ini

Perjuangan Jadi Artis

dsc_0872

 

 

 

doc. pri

Judul         : Dunia Tirsa
Penulis      : Eva Sri Rahayu
Penerbit    : Stiletto Book
Cetakan    : I, Oktober 2011
Tebal          : 295 halaman
ISBN           : 978-602-96026-6-1

Novel ini adalah novel ketigapenulis dan memang terbit enam tahun lalu. Dengan genre chicklit yang menyajikan polemik kehidupan wanita urban.
Tirsa, wanita enerjik berumur 25 tahun ingin sekali menjadi seorang aktris terkenal. Untuk menggapai mimpi-mimpinya, ia melakukan banyak pengorbanan termasuk pendidikannya di universitas.
Tirsa digambarkan sebagai wanita cantik dan mandiri, yang rela meninggalkan rumah nyamannya dan hidup sendiri agar mimpi sebagai artis bisa tercapai. Buku dibuka dengan penggambaran sosok Tirsa dan khaylan-khaylannya yang bikin ngakak.
Dari peran-peran kecil, ia kemudian mendapat kepercayaan untuk peran yang lebih besar. Sayangnya, kesempatan itu lewat karena Trisa termakan jebakan saingannya sesama artis Rhaisya. Bahkan hubungan Trisa dengan sahabat nya Desta pun keruh. Mereka tak lagi bercakap karena masalah sepele.
Trisa kemudian mulai fokus menyelesaikan kuliahnya karena terancam drop out. Dibantu Rhein, teman wanitanya, ia perlahan bangkit. Tawaran syutingpun mulai banjir dan disitulah ia diperkenalkan dengan Adam, cowok super cool yang  buat Tirsa deg degan berakhir jadi manajernya.
Semakin tinggi pohon, semakin kuat juga angin yang menerpa. Begitu juga hidup Tirsa. Ditengah kejayaan, ia malah mengalami keterpurukan yang teramat parah. Ditinggalkan dan kemudian difitnah seseorang dari masa lalunya.
Tapi jangan khawatir ending khas chiklit yang selalu menawarkan bahagia.

***

Saya suku alur cerita di novel ini dan bahasanya yang ringan bikin kita asyik membacanya. Membaca ini, memberikan pengetahuan lebih dari getirnya kehidupan selebritis.
Dari novel ini kita banyak belajar bahwa hidup memang adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan kalau gagal trus mau galau oke, tapi jangan lama-lama jeeng. life must go on!
Tokoh favorit saya dalam novel ini, of course; Rhein. Ya ampun, kece badai wanita ini. Sayangnya akhir baginya dalam novel ini bikin mewek.
Untuk cover manis khas chicklit. Untuk tata letak, ada beberapa halaman yang persis sama dengan halaman sebelumnya, mungkin kesalahan cetak, tapi tidak menggangu jalan cerita kok.

“Selalu ada kesempatan kedua. Jika kesempatan itu gak pernah datang lagi, berarti kita yang mesti buat kesempatan” – Tirsa (25)

 

Tiga dari lima bintang untuk karya Eva

Belajar dari Negeri Malam: Sebuah Review 

Judul Buku : Sebilah Luka dari Negeri Malam

Penulis : Roymon Lemosol

Halaman ; vxiv+ 46 halaman

Penerbit : akar hujan press

ISBN : 978-602072063

Tahun Terbit : Februari 2015

 

 

 

“Sebilah Luka dari Negeri Malam”. Roymon Lemosol sang penulis dalam pengataranya mengaku menulis puisi lantaran begitu gelisah terhadap situasi di sekeliling .

Tetapi bukan berarti dalam buku ini melulu menyajikan luka, pembaca tentu masih disuguhi banyak keindahan mengenai Maluku dan hamparan indah panoramanya juga tersimpan dalam buku setebal 46 halaman ini.

Saya mendapatkan buku ini Februari 2015 silam, bahkan ada tandatangan penulis karena saat itu saya sempat hadir dan membacakan puisi di tempat beliau mengajar, SMAN 4 Ambon.

Roymon membuka buku ini dengan puisi berjudul ‘Lagu Pilih Cengkeh’ dimana menggambarkan kerinduannya terhadap prosesi panen cengkeh.

Dulu, cengkeh adalah tanaman primadona dan bahkan membawa bangsa asing melakukan ekspedisi ke Maluku. Saat musim panen, warga akan berduyun-duyun ke kebun, memetik cengkeh.

Lalu dalam bait terakhir puisi tersebut, Roymon menutupnya dengan realitas bahwa kini cengkih sudah mulai dilupakan, masyarakat enggan menanam cengkih sebab harganya mulai merosot.

 

Lama Sekali

Sejak angin gunung tak mau lagi menyebar wangi

Bunga cengkih

Pada kumbang yang banyak mereguk laba

Dari jatuhnya harga

 

Puisi Roymon disini banyak menyajikan hal-hal humanis dari realitas kehidupan masyarakat kini. Misalnya dalam puisi ‘Kita adalah hewan’ dan ‘Gelap’ dimana mengisahkan kehidupan manusia yang kadang sesat namun karena sudah biasa dilakukan jadi dianggap benar.

Sebilah Luka dari negeri Malam juga sedikit menyibak tabir bahwa ada hubungan antara Roymon dan keluarga serta murid-muridnya yang terjalin kuat diantara mereka. Tengok saja puisi “Ibu” dan ‘Aku dan Muridku’.

Yang menjadi puisi favorit saya adalah “Luka dari Negeri Malam” yang menjadi puisi penutup yang mengunci buku ini. Puisi ini menggambarkan bagaimana luku hati rakyat yang belum juga mendapatkan pemimpin ideal dari pemilu ke pemilu.

Dari segi tampilan buku, desain sampul cukup lumayan dimana menampakan tiga ruas tangan yang muncul dan memberi kesan sedang dipasung atau terpenjara.  

Membaca seluruh puisi dalam buku ini juga mengajak kita larut dalam pengalaman batin Roymon selama kurang lebih 17 tahun dimana puisi paling tua ditulis pada 1998 dan paling muda pada 2015. Puisi-puisi yang cukup dewasa dan mengigit. Apalagi Roymon yang kesehariannya berkutat dengan Bahasa dan sastra.

Sebagai penyair yang sudah berkarya hampir dua dekade bagi saya karya-karya Roymon adalah sebuah oase. Ia menegaskan orang Maluku tidak hanya bisa menulis soal cinta melulu, yang gombal dan mendayu-dayu seperti yang ada dalam lirik lagu pop asal Maluku belakangan ini.

Hadirnya buku ini saya harap juga merangsang semua penyair yang selama ini hanya berkutat dengan postingan ke media sosial agar mampu membukukan karya-karyanya. Sebab buku abadi dan timeline facebook bisa ditelan jaman.

Tentu buku selanjutnya sangat dinanti.  

Doc. Pribadi

 

Ambon, 11 Januari 2017