A Favorite Fantasy Movie : The Odd Life of Timothy Green

 

Saya seorang penggemar film fantasi dan film yang satu ini cukup nyantol di ingatan saya. Ceritanya tentang seorang anak kecil yang lahir dari kumpulan permintaan dua sepasang suami istri. Ya namanya juga film fantasi ya, jadi agak diatas nalar orang normal.
Film ini mengisahkan sepasang suami istri, Cindy dan Jim Green yang belum kunjung memiliki anak. Berbagai usaha telah dilakukan namun tak kunjung membuahkan hasil. Untuk menghibur diri, mereka menuliskan harapan bagi anak mereka kelak di atas sebuah kertas. Kemudian kumpulan kertas tersebut dimasukkan ke dalam kotak dan dikubur di halaman belakang rumah.
Ternyata harapan mereka dikabulkan oleh semesta dalam wujud seorang anak lelaki berusia 10 tahun. Ia akhirnya diberi nama Timothy. Keunikan dari anak ini adalah daun yang tumbuh di kakinya. Untuk menutupi itu, Cindy, sang ibu menutupnya dengan kaos kaki panjang.
Sayangnya, kehadiran Timothy hanya sementara untuk mewujudkan harapan-harapan yang ditulis oleh orang tuanya saat itu. Namun meski sesaat, hadirnya Timothy memberi dampak besar bagi perubahan hidup Cindy dan Jim.

Well, overall film keren sih. Ide awal munculnya Timothy ke dalam keluarga Green menurut saya unik dan  tak biasa. Meskipun demikian, inti dari film ini masih seputar ide usang yakni mengedepankan drama dan penyelesaian konflik dalam keluarga.
Tanpa adegan berbahaya, cocok sekali buat pencinta film keluarga. Anda bisa belajar banyak dari film yang diproduksi oleh Walt Disney tahun 2012 ini. Dari segi efek, tak ada yang istimewa.  Namun akting memukai dari Jennifer Garner sebagai Cindy memang sayang untuk dilewatkan.

 

3,5 dari 5 bintang untuk film ini.

Day 1: The Last Movie You Watch – The Boss Baby

Siapa yang tidak menyukai bayi? Tingkah mereka yang lucu dan menggemaskan acap kali mencuri perhatian orang di sekitar. Tapi bagaimana bayi yang hadir di rumahmu memilki kecerdasan di atas rata-rata dan membawa misi terselubung yang membuatmu melonggo?

Adalah Tim Tempelton seorang anak tunggal yang tinggal berasama kedua orang tuanya, Ted dan Jannice. Keadaan berubah 360 derajat, saat Tim memiliki seorang adik bayi laki-laki. Anehnya si adik memakai setelan jas dan selalu membawa koper ke manapun ia pergi. Kehadiran sang adik, menyita perhatian kedua orang tuanya. Tim merasa ditinggalkan.
Hingga suatu ketika, ia menemukan rahasia gelap sang adik bayi yang ternyata berpikiran layaknya orang dewasa. Ia membawa sebuah misi rahasia untuk menghentikan peluncuran jenis anjing baru dari perusaahan PuppyCo, tempat orang tua Tim bekerja. Kehadiran jenis anjing ini diprediksi akan menghancurkan perusahaan produksi bayi, BabyCrop, tempat si Boss Baby bekerja.
Awalnya sempat berselisih paham, akhirnya Tim dan adik barunya sepakat untuk bekerja sama dengan imbalan yang saling menguntungkan, Tim akan kembali jadi anak tunggal dan si Boss Baby akan mendapatkan promosi jabatan.

Suatu ketika, ayah dan ibu Tim mendapatkan kesempatan dari perusahaan tempat mereka bekerja untuk membawa serta anak=anaknya ke kantor. Kesempatan ini lantas dipergunakan dengan baik oleh Tim dan Boss Baby untuk mencuri informasi mengenai apa produk terbaru yang akan diluncurkan oleh PuppyCo. Mereka akhirnya berhasil masuk ke ruang penyimpanan dokumen dan menemukan yang dicari-cari.
Tak disangka itu adalah jebakan yang dibuat oleh CEO PuppyCo, Francis E. Francis untuk mendapatkan formula awet muda dari susu milik Boss Baby. Francis melakukan ini untuk balas dendam. Dulu dirinya adalah mantan pemimpin di BabyCrop. Ia dibuang ke dunia ketika semakin menua. Karena itulah, ia menciptakan anak anjing yang tak pernah menua atau Forever Puppy agar kehadiran bayi tak lagi dibutuhkan.

Tim dan Boss Baby berkali-kali ingin memberitahu orang tua mereka namun Francis yang licik justru mengirim mereka ke Las Vegas untuk mempercepat peluncuran Forever Puppy. Tim dan Bos Bobby ditinggalkan bersama Eugene, kakak Francis yang menyamar sebagai pengasuh. Tak ingin berdiam diri, mereka akhirnya memutar otak untuk menyusul orang tua mereka ke Las Vegas. Banyak petualangan seru dan seru mengiringi mereka. Akhirnya Forever Puppy batal diluncurkan. Tim dan Boss Baby mendapatkan keinginan mereka. Ingatan orang tua Tim juga dihapuskan jadi mereka tak ingat lagi pernah memiliki seorang bayi. Apakah berakhir? Belum donk. Boss Baby akhirnya lebih memilih menjadi adiknya Tim.

Overall, film ini menghibur dan cocok sekali buat anak-anak  ditonton kala liburan ini.
Buat orang dewasa, Anda juga harus nonton terutama bagi yang baru saja memiliki anak.
Tokoh favorit saya? Tim Tempelton. Dia cerdas dan memiliki imajinasi yang luar biasa. Dari segi grafis, lumayanlah. Idenya meskipun  diadaptasi dari buku berjudul sama tetap segar dan menarik.

4 dari 5 bintang untuk film ini

tulisan ini untuk #30daysmoviechelange – sudah lama gak posting blog dan ini memacu untuk konsisten lagi. yayQ

Menjadi Perempuan Indonesia dengan Menerima Diri Sendiri 

Menerima diri sendiri apa adanya bukanlah hal mudah.  Apalagi bila lingkungan menuntut kita menyesuaikan diri dengan standar mereka. Lantaran ingin diterima, akhirnya kita berubah menjadi seperti mereka. Padahal terkadang hati kita berkata sebaliknya. 

Saya juga pernah mengalami hal ini. Saya terlahir dengan rambut bertipe lurus. Namun ketika beranjak remaja rambut saya mulai berubah ikal dan sulit diatur. Entah karena alasan apa. Yang pasti saya tidak menyukainya. Orang-orang di sekitar saya pun banyak yang mengejek. Karena itu memiliki rambut ikal adalah kutukan. 

Ketika memasuki jenjang SMA, saya memaksa mama untuk pergi ke salon agar rambut saya dapat diluruskan. Saya ingat betul, saat itu meluruskan rambut membutuhkan waktu hampir 8 jam.  Saya bahkan harus makan ditemani bau obat pelurus rambut yang menyengat. Tapi akhirnya saya senang dengan perubahan itu. Kepala saya menjadi lebih ringan.  Belum lagi pujian orang sekitar bahwa saya tampak menawan.  

Singkat cerita selama beberapa tahun saya melakukan pelurusan rambut secara rutin. Maklumlah, obat pelurus rambut tak sepenuhnya mengubah tipe asli rambut. Jadi bila rambut baru tumbuh, tetap saja masih ikal. 

Sampai suatu saat, rambut saya menjadi rapuh dan mudah rontok.  Kemudian saya memutuskan untuk tak lagi meluruskan rambut dan membiarkannya tumbuh alami. 

Tapi ternyata apa yang saya lakukan mendapatkan sindiran dari banyak orang mulai dari julukan ‘Kribo’ sampai ada yang menuding saya tak lagi punya biaya untuk itu.  Awalnya saya merasa risih dan mulai bimbang untuk meluruskan rambut.  Tapi saya berpikir kembali, apakah itu perlu? Apakah saya membutuhkannya? Apakah dengan rambut lurus saya akan menjadi astronot?

Dilahirkan menjadi perempuan kadang terlalu menyakitkan karena kita dituntut memenuhi standar kecantikan tertentu. Seperti cantik berarti berkulit putih, tinggi, berambut lurus dan hal -hal lahiriah lainnya. Karena itulah banyak perempuan berusaha mengubah diri mereka agar menyamai atau setidaknya mendekati standar kecantikan. Agar diterima oleh lingkungan tertentu.  Tapi bukankah sungguh menggelikan bila kita hidup sesuai dengan apa yang orang lain inginkan? 

Menjadi perempuan Indonesia adalah dengan mulai menerima diri sendiri baik kekurangan maupun kelebihan. Bila kamu mempunyai rambut ikal, kulit gelap atau tubuh pendek,tak masalah. Anda masih bisa tetap hidup dan berkarya. Begitu pun soal profesi. Bila kamu memilih menjadi seorang pelukis ketimbang menjadi PNS, tak masalah.  Dengan menjadi diri sendiri kita tahu kemana kita harus melangkah sehingga lebih pasti untuk mencapai tujuan.  Apakah kita ingin hidup selamanya berdasarkan penilaian orang lain? 

Menjadi perempuan Indonesia juga harus mulai berpikiran terbuka dalam menghadapi gunjingan mereka yang tak sejalan.  Tantangan hidup memang selalu datang tapi solusi yang muncul selalu tergantung bagaimana kita melihatnya. Jadi jadikan saja cemooh orang lain untuk melatih kesabaran. 

Memang menerima diri sendiri terlihat sederhana tapi bila kita melakukannya, percayalah bahwa perubahan ke arah yang lebih baik akan datang. Bukankah membuat dunia lebih baik harus dimulai dari dalam diri sendiri? 

The Tides Of Memory : Rahasia yang Terkuak

635595_dd7306f8-00f8-491a-8dc1-e88f83d4248b

Judul Buku : The Tides of Memory
Pengarang : Tilly Bagshawe
Penertbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
Halaman : 592
ISBN : 978-602-03-2725-9

Karier politik Alexia De Vere melesat cepat. Walaupun hanya  politikus yang tak populer, Ia berhasil menjadi Mentri Dalam Negeri karena campur tangan suaminya, Teddy De Vere yang adalah seorang aristokrat kaya.
Buku ini dibuka dengan kisah masa lalu Alexia yang bernama asli Toni Giletti. Ia adalah gadis muda yang menyukai kehidupan liar dan memiliki kekasih yang tampan serta kaya. Namun kejadian di kamp musim panas Kamp Williams merupakan mimpi buruk. Bahkan Billy Hamlin harus rela menanggung hukuman penjara puluhan tahun, menggantikan Tony, karena dituduh lalai sehingga menyebabkan tenggelamnya sang bocah Handmeyer. Ya, semua atas nama cinta. Tetapi setelah ia keluar dari penjara, Toni malah menghilang.

Lalu cerita begulir mengenai intrik dalam rumah tangga Alexia alias Toni. Putri sulungnya, Roxie menjadikan hari-hari Alexia seperti neraka. Sejak gagal bunuh diri karena harus berpisah dengan kekasihnya, tiada hari tanpa dirinya menyalahkan Alexia. Sementara itu, putranya, Michael, mengundurkan diri dari Oxford demi menjadi party planner profesional.
Masalah bertambah runyam ketika teror demi teror dari masa lalu berdatangan dan menggoyahkan posisi Alexia sebagai perdana mentri. Bahkan dirinya hampir mati karena tertembak.

Layaknya buku-buku dengan genre thriller, buku ini juga menyajikan akhir yang penuh kejutan. Semua tokoh dalam buku ini punya rahasia masing-masing. Meskipun berhubungan dekat, kalian tak pernah benar-benar tahu siapa orang didekat Anda.

Awal cerita mengenai masa lalu Alexia agak membosankan meskipun penting untuk melengkapi keseluruhan cerita. Ada bagian-bagian yang saya rasa tak perlu dan hanya dimasukkan penulis untuk mengiring asumsi pembaca untuk mendakwa orang tertentu. Jadi bila ingin menebak sang otak kejahatan dengan tepat, harus dibaca dengan teliti.

Keseruan dari cerita ini mulai terasa setelah memasuki bab dua. Banyak konflik yang terjadi hingga membuat Alexia menjadi tak berdaya. Dibagian akhir buku terungkap banyak rahasia yang tak pernah kita duga sebelumnya dan kita akhirnya tahu siapa sebenarnya yang menjadi pelaku yang ingin hidup Alexia hancur. Ceritanya ditulis dengan rapi sehingga celah untuk menebak pelaku sulit ditemukan.

3.5 dari 5 bintang untuk buku ini