30 Days Movie Challenge (Part 1)

Jadi ceritanya #30daysmoviechallenge ini merupakan tantanga dari tahun lalu, sekitar bulan Oktober gitu deh tapi aku cuma nyampe hari ke 6 donk haha. Karena serasa ada hutang sama diri sendiri, sekarang aku mau nulis sampe tantangan hari ke 10. Hitung-hitung penyegaran otak lah ya. Well, check this out!

  • The Movie That Make Me Happy : Love Actually
    HO00003600
    Pertama kali nonton film bertemakan natal ini kira-kira sepuluh tahun lalu. Dulu nontonya nyewa CD dong di rental. Film komedi romantis ini menampilkan banyak tokoh yang memiliki konflik masing-masing. Namun semuanya masih saling berkaitan. Ide ceritanya segar dan disisipi banyak humor membuat kalian senyum-senyum sendiri.
    Tokoh favorit disini, of course, David (Hugh Grant), seorang perdana mentri yang jatuh cinta pada Natalie, salah satu staff di kediamannya. Ada juga Harry (Alan Rickman) yang tergoda untuk berselingkuh dengan sekertaris barunya. Sederet bintang ternama lain seperti Colin Firth, Liam Neeson, serta Keira Knightley juga turut terlibat dalam film ini.
    Btw, setelah dirilis tahun 2003, akhirnya sekuelnya rilis di Mei 2017. Aku sempat liat trailernya di YouTube tapi masih belum nemu filmnya.

 

  • The Movie That Make Me Sad  : A Moment To Remember
    A_Moment_to_Remember_Poster
    Jangan ngaku penggemar drama Korea kalau belum nonton film yang satu ini. Meskipun film ini dirilis tahun 2004, tetap bikin baper deh kalau nonton sekarang. Ini bukan film seri jadi cuma sekali nonton.  
    Bercerita tentang Su-jin (Ye-Jin Son), seorang wanita cantik yang bekerja di industri fashion Korea. Ia kemudian bertemu Cheol Su (Woo-sung Jun), seorang arsitek. Diawali pertemuan yang tidak disengaja berlanjut kisah romantis khas Korea. Hingga akhirnya mereka menikah.
    Tak lama setelah itu, Su-jin menjadi mudah lupa akan hal-hal kecil dan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Ia didiagnosa menderita Alzaimer diusia yang relatif muda. Cheol Su kemudian melakukan segala cara agar istrinya sembuh.
    Mulai dari sini siapin tissue deh karena banyak adegan tuh menguras air mata. Akhir cerita masih dibuat menggantung membebaskan penonton mengeksekusi ending sendiri.

 

  • A Movie That You Know Practically the Whole Script Of : The Devil Wears Prada

    the_devil_wears_prada_poster
    Masih seputar film drama, The Devil Wears Prada mengisahkan kehidupan Andrea Sachs (Anne Hathaway), yang ingin sekali menjadi jurnalis. Namun setelah melamar ke banyak tempat, ia tak kunjung mendapat panggilan kerja.
    Akhirnya ia mendapat pekerjaan di majalah fashion terkenal, RUNWAY. Sayangnya pekerjaan yang ia tekuni sama sekali jauh dari impiannya. Sebagai anak baru, kerjanya hanya mengangkat telepon, membeli kopi dan hal remeh lainnya. Selera fasionnya yang buruk bahkan mendapat kritikan dari sang bos, Miranda Priestly (Meryl Streep).
    Perlahan-lahan Andrea mulai berubah menjadi lebih baik. Ia mulai menata penampilan dan perlahan menjadi semakin mahir mengerjakan pekerjaan. Sayang sekali, kehidupan pribadinya justru perlahan hancur. Banyak sekali pesan tersirat mengenai hidup dan pilihan dalam film yang diangkat dari novel ini.
    Well! Film ini memang gak membosankan. Alur ceritanya rapi dan mempesona. Meski udah nonton berkali-kali bahkan sampai hafal jalan ceritanya, kalau nonggol di TV ya tetap aja saya nonton sih.

  • My Favorite Director : James Cameron220px-James_Cameron_October_2012
    Buat yang suka film bergenre fantasi, pasti udah nonton film Avatar. Film ini disutradarai oleh James Cameron. Film itu keren sih dari terutama dari segi visualnya. Ceritanya juga gak biasa. Aku sih lagi nunggu sekuelnya yang katanya sekarang sudah mulai memasuki proses produksi. Katanya mau bikin sampai 5 seri sih.
    Sebelum Avatar, ia juga menyutradarai film Titanic (1997)yang mencapai pendapatan fantastis hingga $1.84 juta.  Sebelumya ada bebera pa film yang Cameron sutradarai seperti The Terminator (1984), Aliens (1986), The Abyss (1989) serta Sanctum (2011). Selain film komersil, ia juga membuat film dokumenter. Baru-baru ini yang saya nonton di National Geographic adalah soal pembuktian bagaimana Titanic sebenarnya hancur.

Semoga bisa jadi referensi siapa tau ada yang belom nonton. Happy Monday

Advertisements

A Favorite Comedy Movie : The Hangover Trilogy

 

The Hangover

Bagi penggemar film bergenre komedi, pasti tak asing lagi dengan trilogi The Hangover. Sekuel pertamanya dirilis pada 5 Juni 2009 dan berhasil meraup untung bersar. Ide yang diusung terbilang original karena belum ada sineas yang mengangkat ‘hangover’ sebagai inti dari cerita. Biasanya hangover hanya dijadikan sisipan saja.
Film bagian pertama ini bercerita tentang malam bujang Doug (Justin Lee Bartha) di Las Vegas bersama kedua sahabat baiknya, Philip (Bradley Cooper) dan Stuart (Ed Helms) serta calon iparnya, Alan (Zach Galifianakis). Impian kesenangan mereka ternyata harus berujung petaka. Mereka bangun di pagi hari dengan keadaan kacau balau serta hilang ingatan mengenai kejadian malam sebelumnya. Bahkan Doug menghilang entah dimana.
Meskipun berbiaya rendah dan awalnya tidak begitu menjanjikan, ternyata berhasil membuat saya terhibur. Bahkan mendapatkan rating yang cukup baik bagi kelas film komedi.
Yang menjadi bintang disini buat saya adalah Alan. Akting yang natural serta aksinya yang lugu nan bego itu bikin gregetan. Film ini juga mengajarkan arti persahabatan yang dikemas denga cara menyenangkan.

Sekuel Lanjutan
Ingin  mengulang kesuksesan film pertama, Hangover part II kemudian dirilis pada 26 Mei 2011. Kisah masih seputar empat sahabat pada sekuel sebelumnya yang mengalami hangover. Kali ini, giliran Stuart yang akan menikah. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama di Las Vegas, mereka begitu berhati-hati. Tapi siapa sangka, kejadian tak terduga kembali terjadi. Lagi-lagi mereka harus berhadapan dengan sekelompok mafia.
Mengambil lokasi syuting di Bangkok, Thailand, ada suasana yang berbeda saat menontonnya. Jalan cerita lebih menantang dan banyak adegan aksi dibandingkan sekuel 1.
Sementara sekuel terakhir/part III rilis 2 tahun kemudian dan masih disutradarai oleh Todd Philips. Kali ini tak ada pesta bujang yang diadakan. Kala itu, ayah Alan baru saja meninggal dan pemicunya adalah gangguan kepribadian Alan yang disebut ADHD. Keluarga kemudian memutuskan untuk mengirimnya ke pusat rehabilitasi mental.
Ternyata dalam perjalanan, mereka dihadang oleh Marshall yang sementara mencari Mr. Chow, penjahat dari sekuel sebelumnya. Lagi-lagi penyebabnya karena Allan sering berkirim surat dengan Mr.Chow selama di penjara. Agar mendapatkan Mr. Chow, Marshal lantas menculis Doug sebagai jaminan.
Well overall, favorit saya tetap Hangover I karena mungkin idenya masih segar dan banyak kelucuan terjadi. Tapi sekuel berikutnya pun tak kalah keren. Skenario yang ditulis rapi membuat film ini layak dijadikan tontonan mengisi akhir pekan.

4 bintang untuk sekuel pertama serta 3,5 bintang untuk dua sekuel lanjutan.

Favorite Drama Movie : My Sister Keeper

431300171_1369941428
My Sister Keeper merupakan film yang diadaptasi oleh novel berjudul sama karya Jodi Picoult. Adalah Anna Fitzgerald seorang gadis berusia 11 tahun yang ingin menuntut orang tuanya karena menganggap telah memanfaatkan tubuhnya bagi kesembuhan sang kakak, Kate.
Ia bahkan mendatangi seorang pengacara handal, Campbell Alexander untuk mendapatkan hak atas tubuhnya. Berkali-kali ia menjalani operasi dan diambil bagian tubuhnya demi keselamatan Kate. Bahkan kehadiran Anna ke dunia sengaja dirancang untuk menyembuhkan penyakit Kate.
Kate menginap leukimia sejak kecil. Berbagai metode pengobatan tak mampu menyembukan penyakitnya. Ia kehilangan rambutnya akibat kemoterapi bahkan memasuki usia ke 15 tahun, ginjalnya dinyatakan rusak.
Namun penyakit Kate tak hanya akan membunuh dirinya nanti. Perlahan keluarga yang ia miliki mulai retak. Ayah dan ibunya memfokuskan diri pada kesembuhan Kate tanpa memperhatikan perkembangan dua anaknya yang lain. Jesse menderita diseleksia dan Anna yang depresi karena terancam tak bisa lagi menikmati masa mudanya.
Saya menyukai film ini karena menyajikan konflik keluarga yang pelilk dan mungkin saja dihadapi setiap keluarga dengan anak penderita kanker atau penyakit berat lainnya. Akting Abigail Breslin mengesankan pada umurnya yang masih muda tersebut. Bahkan disini kita bisa melihat akting Cameron Diaz yang lebih serius ketimbang perannya di film-film lain. Keterikatan antar tokoh juga patut diacungi jempol.
Meskipun tergolong film lawas, penggemar genre drama jangan sampai belum menontonnya. Sayangnya ada beberapa adegan yang perlu pendampingan orang tua bila akan menonton bersama anak-anak. Jangan lupa siapkan tissue ya!

3,5 dari 5 bintang bagi My Sister Keeper

 

Favorite Horror Movie : Orphan

Saya sebenarnya bukan penggemar film horor. Kalaupun sampai nonton harus dibekali dengan bantal untuk menutup mata dan harus ada teman untuk menonton. Dari bebarapa film yang saya nonton, favorit saya : Orphan. Film horor Amerika yang diproduksi tahun 2009 silam memang menyajikan ketegangan yang mengerikan.
Ceritanya bukan tentang hantu yang gentayangan atau semacamnya tapi lebih ke horor psikologi. Tokoh utamanya adalah Esther, seorang wanita dewasa yang terperangkap di dalam tubuh seorang anak kecil berusia 9 tahun.
Esther kemudian diadopsi oleh Kate dan John Coleman yang baru saja kehilangan anak ketiganya. Dengan wajah yang lugu, Esther mudah dicintai oleh siapa saja. Namun serangkaian kejadian aneh mulai terjadi. Berawal dari pengetahuan tentang seks yang melebihi pemahaman anak usia 9 tahun hingga tak segan bertindak kasar pada anak lain.
Kate sang istri mulai curiga dengan perilaku Esther namun Jhon menganggap itu adalah bagian dari halusinasi akibat kecanduang alkohol semata. Kejadian mengerikan pun mulai bertambah frekuensinya apalagi Esther menaruh hati pada Jhon. Akhirnya diketahui, Esther adalah pasien berbahaya di sebuah rumah sakit Jiwa di Estonia yang melarikan diri. Esther yang bernama asli Leena Klammer bahkan telah membunuh 7 orang sebelumnya.
Akting Isabelle Fuhrman di film ini keren gila menurut saya karena tidak gampang berakting demikian terutama saat itu ia masih sangat muda. Well, sayang kalau para penggemar film horor belum menyaksikan yang satu ini.

4 dari 5 bintang untuk film ini