Aside

Cemburu Itu Ngeri!

Cemburu bagai api yang sering datang dalam senyap dan menghabisimu pelan-pelan tanpa kau sadari.

Hampir semua orang pernah merasakan cemburu. Sebagian orang memilih menyimpannya rapat-rapat. Sebagian lagi mengekspresikannya dengan berlebihan. Akar penyebab cemburu sangat beragam dan kadang alasannya bikin kita melonggo.
Saya mau bercerita sedikit tentang cemburu, bukan pada manusia kali ini namun ini tentang dua anjing jantang peliharaan di rumah.

Bongkar

Bongkar Sedang Berjemur (Dok.,Pri)

 Perkenalkan nama peliharaan pertama di rumah, namanya Bongkar. Usianya mungkin 10 tahun lebih. Well saya kurang paham pasti karena dulunya saya tinggal di rumah yang berbeda. Bongkar is a coll dog. Dia gak macam-macam, anjing rumahan dan tidak suka keluyuran. Ia sering duduk bersantai di seputaran halaman rumah, Gonggongannya menggetarkan bulu kuduk, banyak orang yang takut ke rumah karena dia. Tapi sayang Bongkar tidak dilatih sejak kecil jadi jangan berharap bahwa ia bisa melakukan Hi-Five dan sebagainya.

Setelah sekian lama Bongkar menjadi anjing peliharaan satu-satunya di rumah, di awal tahun 2017 tante saya memutuskan untuk memelihara anjing baru dan diberi nama Giorgio. Alasannya Bongkar sudah tua dan harus ada regenerasi. Dan inilah Giorgio.

DSC_1292

Giorgio (dok. pribadi)

Anjing ini diambil dari Sepupu saya pada saat ia baru berusia 2 sampai 3 minggu. Ia diambil lantaran sang ibu tak mau lagi menyusui dia. Sekitar usianya sudah 6 bulan. Giorgio itu sangat atraktif, nakal dan he bites everythings. Tapi ia cukup cerdas untuk ukuran anjing kampung. Dia sudah bisa Hi-Five, duduk dan salaman.
Namun ternyata kehadiran Giorgio tak bisa diterima oleh Bongkar dengan mudah. Bongkar menjadi pemarah dan menyerang Giorgio kapan pun anjing kecil itu berusaha bermain dengannya. Mungkin karena terbiasa sendiri jadi merasa perhatian orang rumah di ambil oleh penghuni baru. Bongkar bahkan pernah mengigit tangan tante saya ketika sebelumnya tante berusaha menaruh sang anjing kecil punggungnya.
Untuk menghindari konflik, akhirnya kami memisahkan tempat tidur dan bermain mereka. Jadi selama beberapa bulan terakhir tak ada lagi pemandangan lari-lari karena mencegah Giorgio digigit Bongkar.

***
Bukan lagi berita baru kalau kita mendengar banyak jiwa melayang oleh seseorang yang cemburu. Orang-orang tak bisa lagi berpikir sehat dan selalu mau apa yang ia inginkan terwujud. Padahal dunia dan semua yang ada didalamnya sangat dinamis termasuk hadirnya hal-hal baru, perasaan baru dan kemungkinan akan membuat sesuatu di dalam diri kita serasa di rampas. Kita dituntut untuk beradaptasi dan berpikiran terbuka agar tetap survive.

Perlihal cemburu, sebenarnya kita tak usah merasa kehilangan apa-apa karena sejatinya kita  hanya pengungsi di dunia ini.

Advertisements

Mencemburui Hujan

Oh the rain touch you. I'm jealous!

Oh the rain touch you. I’m jealous!

 

Hujan itu memang mahluk paradoks, mengagumkan sekaligus mengerikan.
Dan sore ini mereka menjadi benar-benar mengerikan, meracuni pikiranku dengan cemburu.
Aku tidak sembarangan mencemburui mereka.

Katamu, disana hujan turun begitu kerasnya menimpa debu.
Bulir-bulir air itu disana mungkin telah meyentuh lembut tanganmu atau bahkan mengacak-acak rambutmu menggemaskan.
Lalu aku?

Ah, itu sungguh menyebalkan.
Kita  terpisah berdepa-depa tahun cahaya.
Yang menjadi penghubung kita adalah serbuk-serbuk rindu.
Rindu adalah mahluk bayangan yang mencabik sempurna kedamaian hati saat pagi datang dan belum  hilang hingga perjumpaan datang.

Dan mereka hujan, pasti dengan manjanya telah mampir di sela-sela jemarimu.
Lalu aku?
Aku sungguh-sungguh cemburu – terlebih saat mendapati diriku hanya dapat tersenyum melihat sejuta bayangmu wara-wiri di angan tanpa jeda.

” Sial- Sial- Sial” Rutukku berulang!
Mengapa ada jarak yang sebegitu lebar?

Aku cemburu pada hujan yang awan tiupkan padamu!
Kau begitu suka hujan kan?
Pasti tawamu begitu lebar saat mereka datang dan bermain dengan mereka sepanjang waktu.
Lalu aku?

Dalam sebuah kecemburuan yang mereda, rutukku berangsur-angsur menjadi doa petang ini.

Hujan-hujan-hujan- bisakah aku jadi salah satu bulir airmu?”
Sekali saja. Biar aku bisa hinggap mencubit
lengannya, menyesap aroma tubuhnya walau hanya sekejap.
Rindu dan cemburu ini sudah membanjir kemana-mana”

Merindukanmu benar-benar membuyarkan logikaku!

Bintang Menjadi Segitiga

Dear bintang paling redup beberapa malam kemarin!

Semoga kau baik-baik saja di manapun kau singgah hari ini.
Belakangan ini banyak hal yang harus diputuskan.
Ya atau tidak, pergi atau tinggal, terus berjalan atau berhenti.
Seperi yang pernah aku katakan padamu, tidak ada yang benar atau yang salah dalam sebuah pilihan.
Semuanya hanya masalah sudut pandang saja.
Entah kau masih mengingat perkataanku atau tidak. Hah, sudahlah!Mungkin kemarin-kemarin aku terlalu bersemangat untuk mengejar pagi.
Apakah aku harus minta maaf??
Malam tadi aku merenung dan mencoba merengkuhmu dalam pandanganku.
Ternyata bentukmu semakin mengarah manjadi Segitiga.
Kau menjadi jelas sangat tidak jelas.
Tapi mungkin seharusnya seperti begitu adanya agar aku punya keberanian hinggap pada titik ini.Titik untuk berhenti dan berharap semua akan baik-baik saja.

Titik yang sebenarnya paling sulit untuk ku lengkapi dalam cerita tentang langit namun harus!

Aku akan berlari. Berlari dengan tanda seru.
Aku membawa diri pergi karena aku lebih mencintai waktu dan bumi.
Dia yang disudut langit pasti menghujanimu dengan kasih yang lebih.
Oh, aku tak lagi suka es krim 😦
Sampai jumpa lagi di galaksi selanjutnya. Kuharap kau memenuhi janjimu.

Nikmati sajalah !!!

Apa gunanya perasaan jika tidak bisa di rasa??? Tidak ada artinya!!!
Layaknya teh tanpa gula, hambar dan saya tidak begitu suka!!!
Yah jadi apapun perasaan yang kita alami sekarang, nikmati saja.
Belum tentu besok atau beberapa detik setelah ini kita bisa merasakannya.

Jika sekarang kamu Jatuh Cinta, Nikmatilah!!!
Setiap detik kala jantung berdegup kencang dan rasanya seperti ribuan kupu-kupu mengoyak perutmu
Saat kamu tersenyum-senyum sendiri membayangkan si Dia
Luapan semangat yang meluap-luap berpadu deg-degan
Resapilah!!!
Walaupun itu hanya cinta monyet, cinta anjing atau jenis cinta yang lain
Jatuhlah sedalam-dalamnya

Jika saat ini kamu merasakan Rindu, Nikmatilah!!!
Bila dada terasa sesak, biarkan air mata membasuhnya
Kala tak bisa lagi mendapat pelukan atau sekedar sapaan sebagai penawar,
Menarilah bersama angin
Berdoalah agar Sang angin meminang rindumu
Dan berbaik hati menceritakan pada Dia yang kau rindu
Selalu ada peluang, jangan berhenti berharap

Jika sekarang kamu merasakan yang namanya Cemburu, Nikmatilah!!!
Tersenyumlah, karena kamu tahu yang namanya takut kehilangan
Sesaplah deru membara di relung dada
Bersama secangkir kopi pahit tanpa gula
Lalu lepaskan dalam bingkai ketenangan
Biarkan mereka terbang bersama kupu-kupu langit senja

 

Jika sekarang kamu merasa Sendiri, Nikmatilah!!!
Berceritalah pada mawar putih yang baru saja mekar
Sapalah burung-burung gereja yang terbang landai
Sesungguhnya kamu tidak pernah benar-benar sendirian

Jika sekarang kamu sedang Patah Hati, Nikmatilah!!!
Gejolak-gejolak kesedihan seduhlah dengan sekotak kerelaan
Hati yang telah patah itu secara ajaib akan tumbuh lagi
Nikmatilah setiap detik kesedihan, siapa tahu besok kau tak akan lagi merasakannya

This is a journey you need to take. You need to face this man. But when you do, please don’t choose revenge. Let your anger out, and then let it go.”-Aang- 🙂

-Salatiga, 22.30 : dalam penantian akan purnama keduabelas-