Cewek Paling Badung di Sekolah

Cewek paling badung di Sekolah
Cewek Paling Badung di Sekolah – Enid Blyton

Judul Buku: Cewek Paling Badung di Sekolah
Pengarang: Enid Blyton
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792280302
Cetakan Kesepuluh ; Juni 2017

Siapa sih anak yang senang bila disuruh masuk ke sekolah Asrama? Bayangan sekolah yang seram, kehidupan serba teratur dan jauh dari orang tua menjadi momok yang menakutkan.
Hal yang sama juga dialami Elizabeth Allen. Ia hidup bergelimang harta dan dikelilingi mainan mewah. Sayangnya, sifatnya yang begitu nakal membuat para pengasuhnya harus angkat tangan.
Ibunya yang harus menemani sang ayah berpergian ke luar negeri, kemudian memutuskan memasukan Elizabeth ke sekolah asrama Whyteleafe. Tentu saja, hal ini ditentang habis-habisan oleh Elizabeth.
Meskipun setuju untuk masuk ke sekolah, Elizabeth bertekad menjadi anak yang paling badung, agar seisi sekolah tak tahan kepadanya dan langsung mengirimnya pulang.
Ternyata, tinggal di Whyteleafe membuat Elizabeth mengubah pola pikirnya. Sistem sekolah yang unik, membuat gadis kecil itu tak habis pikir. Belum lagi, ia kemudian menemukan sahabatnya, Joan serta pelajaran kesukaannya.
Tapi, karena sudah berjanji untuk menjadi murid yang paling badung, Elizabeth yang tak ingin menjilat ludahnya kini, lalu menyusun rencana demi rencana.
***
Saya suka sekali dengan penggambaran tokoh Elizabeth dalam buku ini. Ia memiliki karakter kuat dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Buku ini bagus sekali dijadikan bahan bacaaan anak-anak.
Buat orang dewasa, juga seru kok. Tingkah konyol Elizabeth bikin kita senyum sendiri. Banyak hal yang bisa kalian pelajari disini. Oh ia, buku ini dibuat beberapa seri jadi saya langsung penasaran mencari edisi selanjutnya.
Berikut beberapa kutipan favorit saya dalam ‘Cewek Paling Badung di Sekolah’

Kau cuma tidak mau menerima pikiran waras saja. Permainan musikmu mungkin bagus tapi cara berpikirmu sama sekali di bawah hitungan (hal 244)

Hanya orang-orang yang kuat saja yang berani mengubah pendirian karena mereka menyadari bahwa pendirian mereka ternyata salah (hal 241)

Wah! Anak-anak selalu mengherankan kita (hal 223)

4 dari 5 bintang untuk buku ini. 

Advertisements