3 Film Romantis dari Netflix Buat Akhir Pekan Ini

Akhir pekan datang lagi! Bagi yang tak ada agenda jalan-jalan atau kegiatan lainnya, menghabiskan waktu dengan nonton film di rumah bisa menjadi pilihan. Film yang saya rekomendasikan kali ini masuk genre komedi romantis. Jadi siap-siap ketawa dan senyum-senyum sendiri. Selamat menikmati akhir pekan ya.

1. To All the Boys I’ve Loved Before

To All the Boys I've Loved Before
Sumber : The Roar

Kalau lihat posternya pasti sudah tertebak dong, flim ini pasti berkaitan dengan surat cinta. Film ini mengisahkan tentang gadis keturunan Korea Amerika, Lara Jean (Lana Condor), yang menulis surat kepada setiap pria yang membuatnya jatuh hati. Namun, surat-surat tersebut tak dikirim dan disimpan dalam kotak pribadi yang diberikan mendiang ibunya.
Entah bagaimana surat itu bisa tersebar dan jadi masalah karena salah satu penerima surat tersebut adalah sahabat baiknya, Josh, yang juga berstatus sebagai pacar kakaknya.
Kebayang dong, bingungnya Lara Jane. Tanpa pikir panjang, ia langsung menjalin hubungan palsu dengan Peter (Noah Centineo), yang juga salah satu penerima suratnya. Sepanjang menyaksikan film ini, saya senyum-senyum sendiri dong karena banyak jokes dan kejadian lucu.
Kalau untuk adegan romantis, khas anak remaja Amerika tapi bagus karena tak terlalu banyak adegan vulgar. Buku ini diangkat dari novel berjudul sama yang dikarang oleh Jenny Han. Ternyata novel ini trilogy loh jadi ku penasaran cari bukunya! (3,5 dari 5 untuk film ini).

2. Kissing Both

Kissing Both
Sumber Gambar: Walmart

Film ini merupakan film komedi romantis unggulan Netflix lainnya yang dirilis tahun ini, yang juga merupakan film adaptasi dari novel karangan, Beth Reekles. Saya tertarik nonton film ini karena Joey King yang memerankan Elle Evans. Gosh, I love her since Ramona and Beezus.
Kissing Both bercerita soal pertemanan antara Elle dan Lee Flyn (Joel Courtney). Karena ibu keduanya berteman, mereka pun otomatis menjadi teman akrab sejak kecil. Sayangnya, Elle melanggar salah satu aturan pertemanan mereka yaitu tak boleh saling berpacaran dengan keluarga dekat keduanya.
Tak ingin kehilangan Lee dan juga kekasihnya, Noah, (kakak Lee), Elle kemudian menyembunyikan hubungan cintanya. Hubungan Elle dan Noah ini ya sweet abis tapi ku lebih suka liat Elle waktu ada bareng Lee. Haha.
Well, film ini banyak adegan yang vulgar kalau di banding dengan To All The Boys I’ve Love Before. Jadi harus ditonton oleh remaja yang sudah berumur 17 plus. (3 dari 5 bintang untuk film ini).

 

3. Set It Up

Set It Up
Sumber gambar: Netflix


Bagi para pekerja kantoran yang sering disuruh kerja lembur sama bosnya, harus banget nonton ini. Adalah dua orang sekretaris, Harper (Zoey Deutch) dan Charlie (Glen Powell) yang memiliki bos super druper workaholic.
Keduanya sampe tak punya waktu untuk menjalani kehidupan pribadi saking sibuknya di kantor. Karena berkantor di gedung yang sama, suatu saat mereka ketemu. Muncullah ide menjodohkan bosnya masing-masing yang sedang singel.
Pokoknya film ini lucu dan seru abis. Serulah buat ditonton. Meski sudah masuk kategori dewasa, gak banyak kok adegan vulgarnya. Ada Lucy Liu loh yang jadi bosnya Harper. Kebayang kak gimana ngeselinnya. (4 dari 5 bintang buat Set It Up).

Advertisements

Pilih Lady Bird atau The Edge Of Seventen?

Lady Bird dan The Edge of Seventeen
Poster Film Lady Bird dan The Edge of Seventeen

Jika diminta memilih antara Lady Bird atau The Edge of Seventeen, pasti sebagian besar memilih Lady Bird. Alasannya tak lain karena film keluaran November 2017, menuai banyak pujian dari kritikus film.
Media ternama Amerika, New York Times menyebut Lady Bird sebagai “Kesempurnaan di Layar Lebar”. Bahkan kalau kita mengecek Rotten Tomatoes, film ini mendapat review terbaik sepanjang masa, yakni 99 persen tanggapan baik.
Setelah diputar, Lady Bird mendapat 148 nominasi dalam 34 ajang penganugerahan film, termasuk memenangkan best perfomence actrees (Saoirse Ronan) dan best motion picture di Golden Globe Award 2018.
Lady Bird sendiri menceritakan tentang kehidupan Christine McPherson (Saoirse ), seorang anak SMA yang tinggal di Sacramento. Ia memiliki hubungan yang renggang dengan sang
Berlatar belakang Sacramento, California, film tersebut mengisahkan Christine “Lady Bird” McPherson (Saoirse Ronan), seorang garis SMA, dan hubungan renggangnya dengan ibunya (Laurie Metcalf) yang memiliki sikap keras.
Seperti remaja kebanyakan, Christine memiliki sifat ingin tahu yang besar dan sedang dalam perjuangan mencari jati diri. Inilah yang menyebabkan konflik dengan ibu serta sahabat baiknya, Julie.
Kisah yang sama sebelumnya telah diangkat menjadi tema besar di dalam ‘The Edge of Seventen’ yang rilis satu tahun lebih awal, di 2016. Hubungan renggang antara sang ibu dan teman baiknya, membuat Nadine Franklin (Hailee Stanfield) mengalami depresi berat.
Dari segi kualitas, keduanya cukup berimbang. Bahkan ketika saya menyaksikan Lady Bird, saya langsung teringat sosok Nadine. Namun sayang, tak seperti Lady Bird, The Edge of Seventeen jauh dari sorotan penghargaan bergengsi.
Hanya ada tiga penghargaan yang dimenangkan salah satunya adalah Best First Film dari Newyork Film Critics. Walaupun di Rotten Tomatto, film ini mendapat rating cukup baik hingga 95 persen.
Sementara, segi alur dan eksekusi cerita, saya pribadi lebih menyukai The Edge of Seventen. Entahlah, lebih terkesan nyata. Untuk akting, Saoirse juara tapi Hailee sama sekali tak buruk.
Jika disuruh memilih antar keduanya, saya lebih memilih The Edge Of Seventeen. Alasannya, film ini lebih membekas di ingatan ketimbang Lady Bird.

4,5 dari 5 bintang untuk The Edge Of Seventeen dan Lady Bird.

Rememory

 

Rememory-2017

Bagi penggemar serial HBO, Game of Thrones, pasti akrab dengan sosok pria bertubuh mungil Peter Dinklage. Sukses memerankan Tyron Lannister, kali ini ia bermain dalam film Sci-fi, Rememory.

Dinklage akan memerankan sosok Sam Bloom, lelaki yang dihantui kematian sang kakak karena kecelakaan mobil. Saat itu, Sam berada dengan sang kakak namun tak dapat memahami pesan teakhri kakaknya sebelum meninggal.

Sam yang penasaran, seolah mendapat durian runtuh ketika Gordon Dunn (Martin Donovan) hadir dengan temuan terbarunya yakni mesin perekam kenangan. Teknologi ini memungkinkan Sam mengingat bagian yang hilang dari ingatannya.

Namun Sam sebelum mendapatkan kembali ingatannya, ia harus dikejutkan dengan kematian Gordon yang ditemukan tewas di kantornya sendiri. Sam lantas memulai penyelidikan untuk mengetahui siapa aktor dibalik semua itu.

Setiap potongan kejadian, ternyata memunculkan fakta baru dan membuat Sam akhirnya mengetahui apa yang terjadi dimalam kematian sang kakak.


Dari segi cerita, Rememory menawarkan konsep fresh tentang sisi baru kehidupan masa depan. Kecerdasaan penulis skenario mengemas cerita membuat pembunuh Gordon tak tertebak menjelang akhir cerita. Tentu saja, akting Peter Dinklage patut diacungi jempol.

4 dari 5 bintang untuk film ini.

30 Days Movie Challenge (Part 1)

Jadi ceritanya #30daysmoviechallenge ini merupakan tantanga dari tahun lalu, sekitar bulan Oktober gitu deh tapi aku cuma nyampe hari ke 6 donk haha. Karena serasa ada hutang sama diri sendiri, sekarang aku mau nulis sampe tantangan hari ke 10. Hitung-hitung penyegaran otak lah ya. Well, check this out!

  • The Movie That Make Me Happy : Love Actually
    HO00003600
    Pertama kali nonton film bertemakan natal ini kira-kira sepuluh tahun lalu. Dulu nontonya nyewa CD dong di rental. Film komedi romantis ini menampilkan banyak tokoh yang memiliki konflik masing-masing. Namun semuanya masih saling berkaitan. Ide ceritanya segar dan disisipi banyak humor membuat kalian senyum-senyum sendiri.
    Tokoh favorit disini, of course, David (Hugh Grant), seorang perdana mentri yang jatuh cinta pada Natalie, salah satu staff di kediamannya. Ada juga Harry (Alan Rickman) yang tergoda untuk berselingkuh dengan sekertaris barunya. Sederet bintang ternama lain seperti Colin Firth, Liam Neeson, serta Keira Knightley juga turut terlibat dalam film ini.
    Btw, setelah dirilis tahun 2003, akhirnya sekuelnya rilis di Mei 2017. Aku sempat liat trailernya di YouTube tapi masih belum nemu filmnya.

 

  • The Movie That Make Me Sad  : A Moment To Remember
    A_Moment_to_Remember_Poster
    Jangan ngaku penggemar drama Korea kalau belum nonton film yang satu ini. Meskipun film ini dirilis tahun 2004, tetap bikin baper deh kalau nonton sekarang. Ini bukan film seri jadi cuma sekali nonton.  
    Bercerita tentang Su-jin (Ye-Jin Son), seorang wanita cantik yang bekerja di industri fashion Korea. Ia kemudian bertemu Cheol Su (Woo-sung Jun), seorang arsitek. Diawali pertemuan yang tidak disengaja berlanjut kisah romantis khas Korea. Hingga akhirnya mereka menikah.
    Tak lama setelah itu, Su-jin menjadi mudah lupa akan hal-hal kecil dan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Ia didiagnosa menderita Alzaimer diusia yang relatif muda. Cheol Su kemudian melakukan segala cara agar istrinya sembuh.
    Mulai dari sini siapin tissue deh karena banyak adegan tuh menguras air mata. Akhir cerita masih dibuat menggantung membebaskan penonton mengeksekusi ending sendiri.

 

  • A Movie That You Know Practically the Whole Script Of : The Devil Wears Prada

    the_devil_wears_prada_poster
    Masih seputar film drama, The Devil Wears Prada mengisahkan kehidupan Andrea Sachs (Anne Hathaway), yang ingin sekali menjadi jurnalis. Namun setelah melamar ke banyak tempat, ia tak kunjung mendapat panggilan kerja.
    Akhirnya ia mendapat pekerjaan di majalah fashion terkenal, RUNWAY. Sayangnya pekerjaan yang ia tekuni sama sekali jauh dari impiannya. Sebagai anak baru, kerjanya hanya mengangkat telepon, membeli kopi dan hal remeh lainnya. Selera fasionnya yang buruk bahkan mendapat kritikan dari sang bos, Miranda Priestly (Meryl Streep).
    Perlahan-lahan Andrea mulai berubah menjadi lebih baik. Ia mulai menata penampilan dan perlahan menjadi semakin mahir mengerjakan pekerjaan. Sayang sekali, kehidupan pribadinya justru perlahan hancur. Banyak sekali pesan tersirat mengenai hidup dan pilihan dalam film yang diangkat dari novel ini.
    Well! Film ini memang gak membosankan. Alur ceritanya rapi dan mempesona. Meski udah nonton berkali-kali bahkan sampai hafal jalan ceritanya, kalau nonggol di TV ya tetap aja saya nonton sih.

  • My Favorite Director : James Cameron220px-James_Cameron_October_2012
    Buat yang suka film bergenre fantasi, pasti udah nonton film Avatar. Film ini disutradarai oleh James Cameron. Film itu keren sih dari terutama dari segi visualnya. Ceritanya juga gak biasa. Aku sih lagi nunggu sekuelnya yang katanya sekarang sudah mulai memasuki proses produksi. Katanya mau bikin sampai 5 seri sih.
    Sebelum Avatar, ia juga menyutradarai film Titanic (1997)yang mencapai pendapatan fantastis hingga $1.84 juta.  Sebelumya ada bebera pa film yang Cameron sutradarai seperti The Terminator (1984), Aliens (1986), The Abyss (1989) serta Sanctum (2011). Selain film komersil, ia juga membuat film dokumenter. Baru-baru ini yang saya nonton di National Geographic adalah soal pembuktian bagaimana Titanic sebenarnya hancur.

Semoga bisa jadi referensi siapa tau ada yang belom nonton. Happy Monday