Terbang Perdana Bersama NAM Air

Heiho! Happy Friday ­čÖé

NAM AIR

Nam Air

Jadi kali ini saya mau berbagi tentang perjalanan perdana saya naik maskapai NAM Air dari Ambon ke Sorong.
Well, memang nama NAM Air belum terlalu familiar sih apalagi untuk mereka yang jarang menggunakan moda transportasi pesawat. NAM Air sendiri merupakan anak perusahaan dari Sriwijaya Air yang baru beroperasi pada tahun 2013.
Waktu itu saya memilih naik NAM Air karena jadwal penerbangan dari Ambon itu pagi daripada maskapai lainnya dan tidak ada transit di Makassar. Terus waktu tempunya pun hanya 50 menit dari Ambon ke Sorong. Alasan lainnya tentu saja penasaran karena belum pernah naik NAM Air. Hehehe.
Dari segi ketepatan waktu keberangkatan, maskapai ini saya nilai bagus karena berangkat sesuai jadwal. Terus pesawatnya pun cukup besar beda sama maskapai lain yang melayani rute perjalanan serupa. Sebagai penumpang, kita bisa bawa bagasi sampai 20 kilogram. Lumayanlah bagi yang suka bawa banyak oleh-oleh.
Tempat duduk dalam pesawat ada dua bagian dan memiliki masing-masing 3 kursi. Cukup nyaman untuk duduk karena jarak antara kursi kita dengan kursi yang didepan pun cukup luas.
Bicara soal makanan, well, tak sesuai ekspektasi karena kamu hanya akan dapat air mineral di gelas dan sebuah roti yang rasanya biasa aja. Gak cukup kenyang apalagi kalau kamu belum sarapan.
Masalah harga standar lah ya dan tak terlalu berbeda jauh dengan maskapai lainnya. Namun bagi kalian yang senang menghemat budget bolehlah jadi menjadikan NAM Air sebagai pilihan.  NAM Air menargetkan akan memperbanyak rute di daerah Indonesia Timur.  Jadi bagi kamu yang ingin liburan ke sini, bisa mencobanya.
Satu hal yang paling saya ingat dari NAM Air adalah saat mau take off, pramugarinya mengajak semua penumpang berdoa agar selamat sampai tujuan. Contoh positif bagi maskapai lain.

Favorite Horror Movie : Orphan

Saya sebenarnya bukan penggemar film horor. Kalaupun sampai nonton harus dibekali dengan bantal untuk menutup mata dan harus ada teman untuk menonton. Dari bebarapa film yang saya nonton, favorit saya : Orphan. Film horor Amerika yang diproduksi tahun 2009 silam memang menyajikan ketegangan yang mengerikan.
Ceritanya bukan tentang hantu yang gentayangan atau semacamnya tapi lebih ke horor psikologi. Tokoh utamanya adalah Esther, seorang wanita dewasa yang terperangkap di dalam tubuh seorang anak kecil berusia 9 tahun.
Esther kemudian diadopsi oleh Kate dan John Coleman yang baru saja kehilangan anak ketiganya. Dengan wajah yang lugu, Esther mudah dicintai oleh siapa saja. Namun serangkaian kejadian aneh mulai terjadi. Berawal dari pengetahuan tentang seks yang melebihi pemahaman anak usia 9 tahun hingga tak segan bertindak kasar pada anak lain.
Kate sang istri mulai curiga dengan perilaku Esther namun Jhon menganggap itu adalah bagian dari halusinasi akibat kecanduang alkohol semata. Kejadian mengerikan pun mulai bertambah frekuensinya apalagi Esther menaruh hati pada Jhon. Akhirnya diketahui, Esther adalah pasien berbahaya di sebuah rumah sakit Jiwa di Estonia yang melarikan diri. Esther yang bernama asli Leena Klammer bahkan telah membunuh 7 orang sebelumnya.
Akting Isabelle Fuhrman di film ini keren gila menurut saya karena tidak gampang berakting demikian terutama saat itu ia masih sangat muda. Well, sayang kalau para penggemar film horor belum menyaksikan yang satu ini.

4 dari 5 bintang untuk film ini

Favourite Action Movie ; Red Cliff

Red Cliff benar-benar mencuri perhatian saya yang kala itu penggemar film action. Saya menyaksikan film ini saat masih duduk di bangku kuliah dan masih tetap terpesona hingga sekarang.
Awal menonton film ini saya tidak memiliki ekspektasi yang tinggi, ya saya menontonnya karena hanya gemar menonton film aksi. Namun rupanya film ini memiliki alur cerita yang patut diacungi jempol.
Film ini mengisahkan konflik perebutan wilayah kekuasaan pada akhir zaman dinasti Han. Saat itu, sang perdana Menteri,  Cao Cao berkhianat dan ingin mendirikan Negara Wei. Hampir setiap negara di daratan China telah ia kuasai hanya tinggal Negara Shu yang dipimpin oleh Liu Bei dan Negara Wu yang dipimpin oleh Sun Quan.
Disini kita tak hanya disajikan oleh film yang berdarah-darah, namun lebih banyak tentang adu strategi perang dan bagaimana cara para tokohnya menyelesaikan masalah. Selain itu, film ini sarat akan pesan moral mengenai loyalitas dan keberanian yang bisa kita contohkan.

Film ini diluncurkan dalam dua bagian dan mengambil latar pemandangan China yang menawan. Intrik yang mengesankan dan ussut punya usut, alasan terjadinya perang karena wanita. Ngeri juga bah. Namun film ini sudah merupakan hasil elaborasi antara sejarah dan imajinasi penulis jadi yang penasaran dengan kisah aslinya boleh belajar lebih lanjut.
Salah satu tokoh favorit saya dalam sini adalah Zhu Ge Liang yang merupakan penasihat kerajaan yang pintar dan jenius. Tokoh ini diperankan oleh Takeshi Kaneshiro yang ganteng maksimal itu, Maygaat! Film ini saat diproduksi mengeluarkan biaya fantastis namun itu sebanding dengan respon yang baik dari penikmat film ini baik di dalam maupun di luar negeri.

4 dari 5 bintang untuk film ini

A Favorite Fantasy Movie : The Odd Life of Timothy Green

 

Saya seorang penggemar film fantasi dan film yang satu ini cukup nyantol di ingatan saya. Ceritanya tentang seorang anak kecil yang lahir dari kumpulan permintaan dua sepasang suami istri. Ya namanya juga film fantasi ya, jadi agak diatas nalar orang normal.
Film ini mengisahkan sepasang suami istri, Cindy dan Jim Green yang belum kunjung memiliki anak. Berbagai usaha telah dilakukan namun tak kunjung membuahkan hasil. Untuk menghibur diri, mereka menuliskan harapan bagi anak mereka kelak di atas sebuah kertas. Kemudian kumpulan kertas tersebut dimasukkan ke dalam kotak dan dikubur di halaman belakang rumah.
Ternyata harapan mereka dikabulkan oleh semesta dalam wujud seorang anak lelaki berusia 10 tahun. Ia akhirnya diberi nama Timothy. Keunikan dari anak ini adalah daun yang tumbuh di kakinya. Untuk menutupi itu, Cindy, sang ibu menutupnya dengan kaos kaki panjang.
Sayangnya, kehadiran Timothy hanya sementara untuk mewujudkan harapan-harapan yang ditulis oleh orang tuanya saat itu. Namun meski sesaat, hadirnya Timothy memberi dampak besar bagi perubahan hidup Cindy dan Jim.

Well, overall film keren sih. Ide awal munculnya Timothy ke dalam keluarga Green menurut saya unik dan  tak biasa. Meskipun demikian, inti dari film ini masih seputar ide usang yakni mengedepankan drama dan penyelesaian konflik dalam keluarga.
Tanpa adegan berbahaya, cocok sekali buat pencinta film keluarga. Anda bisa belajar banyak dari film yang diproduksi oleh Walt Disney tahun 2012 ini. Dari segi efek, tak ada yang istimewa.  Namun akting memukai dari Jennifer Garner sebagai Cindy memang sayang untuk dilewatkan.

 

3,5 dari 5 bintang untuk film ini.