Rememory

 

Rememory-2017

Bagi penggemar serial HBO, Game of Thrones, pasti akrab dengan sosok pria bertubuh mungil Peter Dinklage. Sukses memerankan Tyron Lannister, kali ini ia bermain dalam film Sci-fi, Rememory.

Dinklage akan memerankan sosok Sam Bloom, lelaki yang dihantui kematian sang kakak karena kecelakaan mobil. Saat itu, Sam berada dengan sang kakak namun tak dapat memahami pesan teakhri kakaknya sebelum meninggal.

Sam yang penasaran, seolah mendapat durian runtuh ketika Gordon Dunn (Martin Donovan) hadir dengan temuan terbarunya yakni mesin perekam kenangan. Teknologi ini memungkinkan Sam mengingat bagian yang hilang dari ingatannya.

Namun Sam sebelum mendapatkan kembali ingatannya, ia harus dikejutkan dengan kematian Gordon yang ditemukan tewas di kantornya sendiri. Sam lantas memulai penyelidikan untuk mengetahui siapa aktor dibalik semua itu.

Setiap potongan kejadian, ternyata memunculkan fakta baru dan membuat Sam akhirnya mengetahui apa yang terjadi dimalam kematian sang kakak.


Dari segi cerita, Rememory menawarkan konsep fresh tentang sisi baru kehidupan masa depan. Kecerdasaan penulis skenario mengemas cerita membuat pembunuh Gordon tak tertebak menjelang akhir cerita. Tentu saja, akting Peter Dinklage patut diacungi jempol.

4 dari 5 bintang untuk film ini.

Advertisements

Dilanku 1990

Judul Buku : Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Penulis : Pidi Baiq

Penerbit : Mizan Pustaka

ISBN : 978-602-7870-41-3

Terbit: April 2014

Heiho, Happy Saturday!

Jadi hari ini saya akan meriview buku yang lagi ramai diperbincangkan warganet. Yap! It’s DILAN-

Buku ini memang sudah keluar 4 tahun lalu tapi baru-baru ini heboh lagi lantaran kisahnya baru diangkat ke layar lebar. Liat reaksi di twitter yang heboh banget, aku penasaran dong baca bukunya.

Ya memang cuma itu sih yang bisa dijangkau karena disini belum ada bioskop. Haha. Bukunya pun aku beli di googlebooks dengan diskon 85 persen. Serius ah, nie buku cm lima rebuan. *Sembah googlebooks*

Ceritanya sih sederhana dan ringan banget, cocok buat dinikmati untuk mengisi waktu senggang. Gak akan perlu waktu lama habisin buku ini. Kalau kamu suka baca dan memang lagi free dua jam selesai kayaknya.

Jadi intinya buku ini berkisah tentang Dilan yang naksir Milea anak baru disekolahnya yang datang dari Jakarta. Bisa dibilang proses PDKT Dilan ke Milea ini unik dan gak biasa sampe bikin klepek2 lah. Padahal Milea nih udah punya pacar di Jakarta *huh perempuan macam apa ngana??”

Dilan dikisahkan sebagai anak geng motor di Bandung yang terkenal suka bikin ribut. Tapi dia juga sayang keluarga, pintar dan perlakuan dia ke Milea itu sweet sekali. Jadi jangan menilai orang dari luarnya aja ya. Buku ini ditulis dari sudut pandang Milea, yang ceritanya menuangkan kisah cinta SMAnya lagi dalam sebuah buku.

Kalau kamu penyuka karya-karya Agatha Christie atau Conan Doyle, buku ini pasti bikin kamu kisut. WHY? Minim konflik dan gak ada elemen surprise di ending. Waktu pertama kali baca juga kamu pasti tahu Milea pasti jadian sama Dilan kok. Adegan berantem ada tapi gak akan bikin tegang. Ceritanya memang dibuat segmented banget untuk remaja.

Tokoh favorit? Tentu saja DILAN. Sosok Dilan yang unik, kreatif dan gak membosankan pasti bikin cewe-cewe baper. Buat yang masih jomblo langsung menginginkan lelaki seperti sang panglima. Sementara yang udah punya pasangan pasti lebih sering ngambek karena lelakinya tidak sekreatif Dilan. Huh.

Dari segi latar, suasana jaman 90an cukup digambar secara baik dalam buku -menurutku loh- karena masih menggunakan telepon rumah hingga mobil-mobil merek lama.

Tapi dibalik semua kegemasan dalam buku ini, buat aku asamara Milea dan Dilan adalah suatu yang langka untuk aku jumpai dunia nyata.

Selesai baca buku ini aku cuma mikir, gile nih mamanya Dilan baik banget yawlah sampe terkagum-kagum gitu saat ketemu Milea, ajak makan trus diantar ke rumannya dan langsung bertamu. Buat aku yang hidup di kawasan Indonesia timur, malah aneh ya. Maksudnya ibu-ibu pacar selalu punya harga diri selangit. Boro-boro disenyumin, dijutein mah iya. Ya adalah satu dua orang yang ramah.

Trus Milea yang gak malu-malu lama bicara di telepon ama Dilan. Bukannya cewek apalagi masih SMA gitu sering malu ya soal asmara. Apalagi telepon rumah pasti di taruh di ruang keluarga atau ruang makan.

Well, terlepas dari kekurangan di atas, buku ini begitu manis. Dilan dan Milea mewakili generasi yang pacarannya gak perlu mewah tapi tak membosankan. Sibuk nikmati hidup yang selow bukan ngerjar like dininstagram. Eh buku ini ada lanjutannya and off course aku mau baca.

3 dari 5 bintang untuk buku ini

30 Days Movie Challenge (Part 1)

Jadi ceritanya #30daysmoviechallenge ini merupakan tantanga dari tahun lalu, sekitar bulan Oktober gitu deh tapi aku cuma nyampe hari ke 6 donk haha. Karena serasa ada hutang sama diri sendiri, sekarang aku mau nulis sampe tantangan hari ke 10. Hitung-hitung penyegaran otak lah ya. Well, check this out!

  • The Movie That Make Me Happy : Love Actually
    HO00003600
    Pertama kali nonton film bertemakan natal ini kira-kira sepuluh tahun lalu. Dulu nontonya nyewa CD dong di rental. Film komedi romantis ini menampilkan banyak tokoh yang memiliki konflik masing-masing. Namun semuanya masih saling berkaitan. Ide ceritanya segar dan disisipi banyak humor membuat kalian senyum-senyum sendiri.
    Tokoh favorit disini, of course, David (Hugh Grant), seorang perdana mentri yang jatuh cinta pada Natalie, salah satu staff di kediamannya. Ada juga Harry (Alan Rickman) yang tergoda untuk berselingkuh dengan sekertaris barunya. Sederet bintang ternama lain seperti Colin Firth, Liam Neeson, serta Keira Knightley juga turut terlibat dalam film ini.
    Btw, setelah dirilis tahun 2003, akhirnya sekuelnya rilis di Mei 2017. Aku sempat liat trailernya di YouTube tapi masih belum nemu filmnya.

 

  • The Movie That Make Me Sad  : A Moment To Remember
    A_Moment_to_Remember_Poster
    Jangan ngaku penggemar drama Korea kalau belum nonton film yang satu ini. Meskipun film ini dirilis tahun 2004, tetap bikin baper deh kalau nonton sekarang. Ini bukan film seri jadi cuma sekali nonton.  
    Bercerita tentang Su-jin (Ye-Jin Son), seorang wanita cantik yang bekerja di industri fashion Korea. Ia kemudian bertemu Cheol Su (Woo-sung Jun), seorang arsitek. Diawali pertemuan yang tidak disengaja berlanjut kisah romantis khas Korea. Hingga akhirnya mereka menikah.
    Tak lama setelah itu, Su-jin menjadi mudah lupa akan hal-hal kecil dan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Ia didiagnosa menderita Alzaimer diusia yang relatif muda. Cheol Su kemudian melakukan segala cara agar istrinya sembuh.
    Mulai dari sini siapin tissue deh karena banyak adegan tuh menguras air mata. Akhir cerita masih dibuat menggantung membebaskan penonton mengeksekusi ending sendiri.

 

  • A Movie That You Know Practically the Whole Script Of : The Devil Wears Prada

    the_devil_wears_prada_poster
    Masih seputar film drama, The Devil Wears Prada mengisahkan kehidupan Andrea Sachs (Anne Hathaway), yang ingin sekali menjadi jurnalis. Namun setelah melamar ke banyak tempat, ia tak kunjung mendapat panggilan kerja.
    Akhirnya ia mendapat pekerjaan di majalah fashion terkenal, RUNWAY. Sayangnya pekerjaan yang ia tekuni sama sekali jauh dari impiannya. Sebagai anak baru, kerjanya hanya mengangkat telepon, membeli kopi dan hal remeh lainnya. Selera fasionnya yang buruk bahkan mendapat kritikan dari sang bos, Miranda Priestly (Meryl Streep).
    Perlahan-lahan Andrea mulai berubah menjadi lebih baik. Ia mulai menata penampilan dan perlahan menjadi semakin mahir mengerjakan pekerjaan. Sayang sekali, kehidupan pribadinya justru perlahan hancur. Banyak sekali pesan tersirat mengenai hidup dan pilihan dalam film yang diangkat dari novel ini.
    Well! Film ini memang gak membosankan. Alur ceritanya rapi dan mempesona. Meski udah nonton berkali-kali bahkan sampai hafal jalan ceritanya, kalau nonggol di TV ya tetap aja saya nonton sih.

  • My Favorite Director : James Cameron220px-James_Cameron_October_2012
    Buat yang suka film bergenre fantasi, pasti udah nonton film Avatar. Film ini disutradarai oleh James Cameron. Film itu keren sih dari terutama dari segi visualnya. Ceritanya juga gak biasa. Aku sih lagi nunggu sekuelnya yang katanya sekarang sudah mulai memasuki proses produksi. Katanya mau bikin sampai 5 seri sih.
    Sebelum Avatar, ia juga menyutradarai film Titanic (1997)yang mencapai pendapatan fantastis hingga $1.84 juta.  Sebelumya ada bebera pa film yang Cameron sutradarai seperti The Terminator (1984), Aliens (1986), The Abyss (1989) serta Sanctum (2011). Selain film komersil, ia juga membuat film dokumenter. Baru-baru ini yang saya nonton di National Geographic adalah soal pembuktian bagaimana Titanic sebenarnya hancur.

Semoga bisa jadi referensi siapa tau ada yang belom nonton. Happy Monday

Relationship Go Public!

photo-1465711403138-162e171bb7e4

Di zaman yang serba cepat ini, kehidupan pribadi sebagian besar orang tak lagi menjadi rahasia. Media sosial menjadi tempat mengungkapkan apa saja sementara dilakukan, sedang berada dimana dan banyak informasi pribadi termasuk hubungan percintaan.

Kita tak perlu lagi penasaran mengenai bentuk fisik pasangan teman kita, bahkan bagaimana mereka bertemu, tanggal jadian, hingga cerita-cerita dalam hubungan romansa tersebut bisa kita ketahui. Tanpa perlu memaksa teman kita bercerita, informasi tersebut akan mereka bagikan secara rinci di akun media sosial mereka.

And it’s okay! Their Choice.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih membagikan informasi mengenai hubungan pribadi mereka di media sosial, misalya:

1). Ingin mendapat pengakuan.
Dalam pola pikir masyarakat milenial, ketika kamu punya pasangan hidupmu menjadi lebih baik daripada mereka yang tidak. Apalagi bila kamu berani mempublikasikannya ke media sosial, tentu akan ada banyak pujian dan pertanyaan-pertanyaan yang buat kamu senyam-senyum sendiri. Tjiiieee.

2). Pembuktian rasa Sayang.
Ini nih yang sering jadi tuntutan banyak cewek sama pacarnya. “Oh jadi kamu malu nunjukin ke teman-teman facebook kamu kalau kita pacaran?” atau “Oh, masih takut mantan pacarnya baper?” “Buktiin dong kalau kamu sayang sama aku!!” dan seterusnya sampai buah semangka berdaun sirih. Yawlah

3). Ikut Tren
Tau Awkarin kan? Jadi gaya pacaran Awkarin sama mantan pacarnya Gaga, yang walaupun banyak dicaci maki mereka yang kuper, menjadi Relationship Goal buat pasangan lain loh.
Videoin pacarnya yang baru bangun tidur, fotoin dia pas nyukur kumis, bahkan lagi ngupil pun di foto trus langsung diposting. Biar diangggap menerima segala kelebihan dan kekurangan kamu. Bahkan mereka yang dulu mencaci maki Awkarin bahkan kini instastory nya dipenuhi foto pasangan lagi tidur, keringatan karena ngegym atau screen capture percakapan yang romantis.

Membangun Opini 

photo-1507886331062-46436eea0317Ketika kita memutuskan untuk membagikan informasi pribadi ke media sosial, orang-orang akan membangun opini tentang kita berdasarkan hal tersebut.

Contohnya begini, waktu itu Pilkada Jakarta sementara berlangsung. Salah satu teman facebook saya, tiba-tiba menulis status tentang pilkada. Wah pokoknya pendapatnya keren. Tentu dong banyak yang memuji. Saya sendiri awalnya agak heran karena teman yang satu ini sepengetahuan saya bukanlah sosok pemikir.

Bukannya anggap remeh ya tapi takjub juga. HAHA. Statusnya tuh saya baca beberapa kali and taraaaaa!!! Itu adalah penggalan paragraf dalam tulisan Denny Siregar yang saya baca beberapa hari sebelumnya. Saya pengen muntah tapi gak jadi trus langsung kirim kometar ke status teman saya “Kok pikiranmu mirip Denny Siregar?” Trus dibalas “Ah kamu bisa aja!” ———— Menurut NGANA———–

Teman saya ini berhasil membangun opini publik bahwa ia adalah orang yang cerdas, tak peduli dia menggunakan buah pikir orang lain atau tidak. Seringkali kita juga menilai orang lain atas apa terlihat di dunia maya hingga mengabaikan keberadaan di dunia nyata.

Sama halnya juga ketika kita memberikan informasi baik melalui gambar maupun tulisan maka akan turut membangun citra kita di mata orang lain. Pasangan yang selalu memunggah foto mesra bersama pasangannya di media sosial tentu akan membuat orang lain iri.

Namun belum tentu mereka baik-baik saja di dunia nyata. Bisa saja salah satu di antara mereka adalah korban perselingkuhan yang ingin membangun opini publik bahwa mereka baik-baik saja.

Keep Private and Be Happy
Tak semua orang ingin jalinan asmaranya menjadi konsumsi publik termasuk saya. Dulu sih ia pernah sekali dua kali pas zaman kuliah. Tapi sekarang kok lucu jadi nganu banget.Well, saya sih bukannya tidak bahagia atau takut dimarahi atau bla bla bla.

Kadang besar godaan sebagai perempuan, mau pamer gitu supaya para netijen paham kalo “Aku juga bisa loh punya pacar” atau “Mantan, aku udah move on loh!”.

Tapi balik lagi ke komitmen sama pasangan kamu di awal membina hubungan. Apakah membagikan jalinan asmara di media sosial adalah sebuah keharusan dan bukti rasa sayang?

Kalau tidak, keep it private and you’ll be happy tanpa sering-sering cek jumlah like atau siapa saja yang kasi komentar. Orang mah kadang suka kometar bagus padahal sering dijadiin bahan omonga pas di belakang kita.

Kalian gak akan mati kalo gak pamer kemesraan di media sosial. Biar orang-orang tertentu aja yang tau. Kita masih bisa gandengan tangan ke mana-mana, pergi makan, menikmati cerita tanpa peduli dengan gawai dan sibuk ambil foto dengan pose terkini lalu mengunggahnya dibubuhi kata-kata copas dari internet. Yang masih kepo dan penasaran sih ke laut aja.