Misalkan Aku Danielmu

Masya:

Mungkin kalau kamu Danielku, kepalaku akan menjadi semakin sibuk.
Well, as always

Originally posted on :

Sebaiknya kamu lebih dulu membaca “Epistolize” Maria kepada Daniel oleh: @didochacha. Surat itu aku pilih karena memuat beberapa tema besar sekaligus. Tuhan, manusia, cinta, pilihan, dan airmata, juga pertentangan-pertentangan di dalam dan sekitar itu. Semua dituliskan @didochacha dengan baik. I love your love letter! Dan aku ingin merenungkannya bersama-sama. Surat hebat!
* * *

: Maria

Untuk beberapa saat biarkan aku berpura-pura menjadi Danielmu.
Tetapi aku tak ingin berpura-pura menjadi gembala, seakan kau dombanya.
Lagipula aku tak mau bertutur-laku seperti baru mengenalmu kemarin.

Aku masih ingat beberapa langkah yang kubuat untuk sampai
pada ketukan pertama di pintu rumahmu, dan pintu hatimu yang
mungkin harus kuketuk sekali lagi sebelum aku benar-benar
melupakan betapa besar keinginan-keinginanku.

Tentang Tuhan dan cinta, Maria, aku ingin apa adanya.
Bukan karena takut berdosa tetapi aku ingin jujur kepada
pikiranku dan kepadamu, “Di luar cinta, Tuhan, atau yang
serupa itu…

View original 212 more words

Elegi Penyaliban

Diatas bukit
Kau tundukan kepala
Menatap pilu domba-domba yang selamatkan
Sedang tertawa getir
Menuding dan melemparimu dengan dosa

Hanya beberapa yang duduk lantas meratapi gembalanya
Berharap mujizat datang
Membelah langit
Menyelamatkan

Domba-domba yang kau tuntun kembali ke jalan-Nya
Tertawa mengejek
Mencuci tangan
Meski kedua telapakmu terpalang dan dari kakimu darah mengucur deras
Meski mahkota merobek kepalamu

Deguo jantungmu kian redam
Lalu dalam lemah
CintaMu kian menyala
: Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat

Batu Gajah- 4 April 2015

Getar

Mungkin menemukan seseorang yang tetap memberimu getaran yang sama pada saat awal menyukai mereka itu susah.
Serius.
Waktu, jarak, konflik dan kenangan yang pada akhirnya akan memurnikan segala sesuatu, memberi tawaran pertimbangan bagaimana kita pada akhirnya harus bersikap. Apakah semakin menyala-nyala atau redup.

Jika suatu saat, kalian menemukan seseorang seperti itu, berbahagialah, karena sungguh tak semua orang akan diberi kesempatan demikian.

Beberapa orang memilih bertahan dalam relasi jangka panjang karena berbagai macam pertimbangan misalnya tanggung jawab terlanjur janji, takut menyakiti, kelurga dan bla bla. Bahkan ada ada yang mempertahanka hubungan yang sebenarnya sudah tak bisa lagi diperbaiki karena kenangan. Ada.

Well, saya salut dengan mereka karena mereka orang-orang yang berani mengorbankan banyak hal bagi kebahagiaan orang lain. Tapi saya bukan orang seperti, atau mungkin belum bisa menajdi seperti demikian. Tapi ada juga kok yang bertahan karena memang dia tahu dia tak pernah bisa menggambarkan hari esok tanpa pasangannya.

Jika saya memilih terlibat pada akhirnya dalam sebuah relasi jangka panjang dengan seseorang, itu bukan karena banyaknya janji, bukan juga karena kenangan, atau tetek bengek drama lainnya tapi karena saya tahu dengannya segala sesuatu akan baik-baik saja.

Dan ya, soal getaran ajaib itu, saya masih bisa merasakannya hingga sekarang, walaupun hanya bercakap via telepon atau medsos. Dada yang berdesir, tangan yang gemetar, kedinginan tiba-tiba, oh mungkin dia hantu, hahaha

Sampai sekarang, saya tahu saya beruntung ketika dia akhirnya mau memasuki hidup saya, bertukar cerita walaupun kadang-kadang. Dan anehnya dengan dia, saya tidak ingin peduli mengenai bla bla bla bla perempuan kebanyakan.

Karena saya entah dengan cara bagaimana ketika memikirkan dia, selalu bisa yakin  kapal-kapal yang meskipun sudah berlayar saling menjauhi, jika beruntung akan kembali ke suatu pelabuhan yang sama.

Terimakasih karena di suatu senja sudah tersesat di dalam mataku dan menjadi air yang menyuburkan puisi-puisiku.

Dan aku tahu, kalau kau membaca ini kau akan tersenyum sama seperti kau membaca tulisan tanganku yang sampai lama sekali ditempatmu. Lalu sambil menyesap rokokmu dalam-dalam,tubuhmu bergetar karena kau selalu tahu,kamu itu ya kamu. Selalu

Imaji

How are you readers?

Rasanya sudah lama sekali tidak menggambar dan menulis. Hahahaha. Sudah tidak sesering dahulu karena kerjaan seakan tak pernah usai. Belum bisa manage waktu dengan baik, perubahan bikin lambat nyesuain diri. HIH Lemah Gue! Tapi semua itu proses bukan? Kudu pandai nyari waktu buat finishing semua janji.

Kalau gak cepat ngejar, mimpinya bisa keburu lari jauh.

Jadi ini ada 5 gambar, ya selama 2 bulan terakhir dan ada beberapa juga belum sempat diupload kecuali liat deh di instagram. Kalau mau pesan gambar, japri! :)))

Semoga deh bisa rajin share gambar minimal dua minggu sekali ya.

ehehehehehe.

Semoga hari kalian menyenangakan :*