Belated Gift

Dear usi Delly,

Happy belated birthday. Kadonya telat, Muahaha. Well, bagaimana rasanya umur yang baru? Menyenangkankah? Atau memusingkan? Memasuki suatu fase yang baru bisa diartikan kita sudah lebih siap menanggung apapun konsekuensinya. Seiring bertambahnya usia, lebih banyak tuntutan yang harus kita hadapi. Orang-orang di sekitar sudah pasti menuntut kita untuk bertambah dewasa dari segi apapun dan kadang mereka tidak mau tahu walaupun menurut ukuran pribadi, kita belum siap. Ketika memasuki usia-usia diatas seperempat abad, kita akan lebih sering mendapat pertanyaan ‘KAPAN?’ – apalagi kapan NIKAH-. Gerah? Ya anggap saja mereka begitu perhatian pada kita. Padahal biasanya sih jarang ada nanya yang tulus.

Kita hidup dalam sebuah lingkungan yang terlanjur mendoktrin bahwa wanita itu lemah dan perlu dilindungi. Dan salah satu jalan untuk dilindungi dengan terhormat adalah melalui pernikahan. Jadi, banyak yang akan mengharapkan kita menikah di usia yang tepat, tidak terlambat, supaya masih bisa hamil dan punya anak. Apakah menikah tujuan utamanya untuk memiliki keturunan? Kalau menikah, tak punya anak terus cerai gitu? Usi,ini bukan untuk menakut-nakuti, hanya sekedar memproyeksikan dengan apa yang dialami orang lain. Bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jika belum ada pasangan, mama dan papa akan terus nanya ‘mana pasanganmu?’, teman-teman sibuk ngejodohin kita sini- sana, lalu kita install line, masuk grup alumni dan cari mantan dulu yang belom nikah saking putus asanya. HAHAHA. Bisa saja kita akan kehilangan arah apa yang sebenarnya paling kita inginkan dalam hidup. Jika pada akhirnya ada pasangan, kita diminta (baca : dipaksa) cepat nikah dan bla bla bla. Ouch, sayang sekali jika hidup yang katanya sekali ini, kita jalani untuk memenuhi harapan orang lain. Yang bisa kita lakukan, ya santai saja, gak usah sampai frustasi, toh hidup kan punya kita.

Menikah itu mudah usi. Berumah tangga itu yang sulit. Dan untuk mengarungi sesuatu yang sulit, kita membutuhkan orang yang sepadan. Siapapun dia, sebaiknya bukan seseorang yang kita temui secara kilat. Usi, usi percaya cinta pandangan pertama? Buat beta, tak pernah ada cinta pandangan pertama. Yang ada hanyalah gairah saat melihat lawan jenis kita, yang entah mengapa begitu menarik. Lalu kita mengidap yang namanya kasmaran, suatu proses yang didefinisi orang psikologi sebagai tipuan hormonal. Dan beta sepakat. Ketika kita kasmaran, yang terlihat hanya bagian-bagian indah, tak mempertimbangkan resiko. Cinta selalu butuh proses yang lumayan panjang dan mempertimbangkan kemungkinan. Percaya atau tidak, sesuatu yang dimulai dengan menggebu-gebu sering sekali berakhir dengan kekosongan. Gagal dalam menemukan pasangan yang tepat itu biasa walaupun sakitnya tuh dimana-mana. Tapi harus move on segera, kalau mau galau berkepanjangan sih terserah. Jadi carilah pasangan dengan cermat, pikirkanlah juga dengan matang, dan berdoalah meminta petunjuk, sebab tak ada lagi jalan kembali ketika sudah memutuskan untuk menikah.

Ah beta terlalu banyak meracau ya? Sebagai orang yang belum menikah, kata-kata ini serupa omong kosong, hanya butiran debu. Tapi juga rasanya terlalu bodoh jika tak di bagi. Orang selalu bilang, menikah itu untuk dijalani bukan untuk dipikirkan. Ya kali nikah kayak main monopoli, ada kesempatan dan dana umum. Keputusan menikah harus dipikirkan matang-matang sebelum dijalani, karena ketika salah, pait banget hidup lo. Menikah itu memang menggelisahkan, tapi juga begitu menggembirakan. Katanya orang-orang sih gitu.

Okey, usi Delly, selamat merayakan hidup di Manokwari. Semoga berlimpah berkat. Sering-seringlah berpergian supaya bisa menemukan diri sendiri. Selamat mencari yang sepadan dan selamat ditemukan nantinya. Mengutip kata pengkhotbah, segala sesuatu akan ada masanya. Jadi jalanilah hidup ke depan dengan sepenuh-penuhnya.

With love,

-Masya-

*usi : panggilan orang Maluku untuk kakak perempuan

*beta : aku

Prompt #72 : Tiga per Empat Malam

03.00.

Sia terbangun. Diusap matanya berulang-ulang lalu mengambil gelas disamping tempat tidur dan meneguk isinya hingga tandas. Rumah begitu senyap, hingga tetesan air yang entah berasal dari mana terdengar jelas di telinganya. Menit berlalu, Sia masih menanti. Lalu hentakan kecil di luar mulai terdengar. Ia bergegas menanggalkan selimut dan melangkah keluar. Disana, seperti malam-malam sebelumnya, seorang gadis kecil tengah menari. Rambutnya berwarna putih keperakan, di potong sebahu, persis seperti punya Sia. Sinar mata mereka penuh gairah dan semangat. Melihat Sia masih diam saja, gadis kecil itu mendekat, menggengam tangan Sia. Lantas mereka berdua mulai menari, membuat hentakan-hentakan berirama. Jemari mereka meliuk indah bersetubuh dengan udara dan cahaya lampu.

“Aku seperti menemukan diriku lagi saat menari.” Sia berujar ditengah napasnya yang terengah-engah.

Gadis kecil tersenyum menanggapinya. Lantas mereka kembali menari, menyapu hampir setiap sudut rumah. Sampai lelah merasuk ke tubuh dan pagi datang menyapa.

***

“Sayang, kamu tidur di sini lagi.” Ujar Mom sambil mengusap kepala Sia yang sedang berbaring di sofa ruang tamu.

“Semalam aku menari lagi Mom.Masih dengan dia. Anak kecil yang kuceritakan mirip denganku itu.”

“Kau menikmatinya?”

“Well, sangat sampai aku merasa begitu lelah.“

“Baiklah, Reynald akan memindahkan mu ke kamar. Sebentar lagi Mom akan menyusul.”

Mom menghempaskan dirinya ke sofa. Tubuhnya limbung. Ditatapnya Sia, yang sedang bersenandung kecil dalam pelukan Reynald, sang kepala pelayan. Kotak ingatannya terbuka, lantas air mata membasahi pipi.Dua bulan lalu, saat hendak berangkat ke New York untuk bersekolah tari, mobil yang dinaiki Sia menghantam pagar pembatas jalan. Kedua kakinya menjelma kaku. Hari-harinya jadi kelabu. Lalu kemudian burung-burung masuk ke kepala Sia pada tiga per empat malam, meletupkan gelombang imajinasi. Kata dokter, Sia butuh mujizat.

#271 Kata

*Dibuat untuk Monday Flash Fiction berdasarkan video Sia – Chandelier

Sedikit Lagi Waktu

: Peter

Seiring waktu,
Sayap di dadamu akan tumbuh kembali
Lalu kolam kecil di pipimu akan kembali terisi sajak-sajak penuh gairah
Penuh, padat
Tempat dimana semua mimpi terperangkap sejenak dan melesat menuju nyata

Waktu selalu saja bergulir begitu cepat
Sepertinya kemarin kita masih kanak-kanak berseragam TK
Yang malu-malu bersalaman di sudut ayunan
Lalu hari ini menjelma dua sosok rapuh atas nama keras kepala

Tenanglah, sedikit waktu lagi saja
Sebab badai hanya kesementaraan sebelum datang langit baru
Yang membuat senyummu jadi abadi

*Happy Birthday, I’m sorry for choose my own freedom and fly away*

RUMAH

Karena hidup adalah mengenai perjalanan bagaimana kita menemukan tempat kemana hati kita selalu pulang. Tak peduli berapa jauhnya, kita tahu pasti harus kembali. SELALU

This slideshow requires JavaScript.